9.1.10

Ternyata, Tidak Semua Orang Amerika Hidup Mewah! *Kisah Amish People

    Alhamdulillah, salah satu rezeki jadi exchange student adalah ‘jalan-jalan’. Weekend atau libur pasti ‘jalan-jalan’. Ini adalah salah satu cerita dari kegiatan jalan-jalan kemarin yang cukup berkesan ‘ekspedisi amish country’.

    Saya di host di Ohio, kebetulan di daerah berlin-ohio ada komunitas amish terbesar di amerika serikat. Saya dan rombongan exchange student dari Eropa dan Asia berangkat dari colombus (ibukota ohio) menuju berlin selama dua jam perlanan. Sebelum terjun ke pemukiman amish, terlebih dahulu mampir di museum amish, diberi sedikit info tentang komunitas amish sekaligus belanja souvenir.
Amish adalah komunitas kristen anabaptis yang berimigrasi dari jerman. Mereka terkenal karena membatasi diri dari teknologi. Hidup tanpa aliran listrik dan berpergian dengan gerobak kuda (seperti delman) dan sebagian besar berprofesi sebagai petani.


Sepanjang perjalan mengitari perkampungan amish suasan tenang, dengan hamparan ladang jagung yang baru saja dipanen, atau petak-petak tanah dengan banyak hewan ternak adalah salah satu pemandangan yang khas di sini. Tidak jarang saya melihat deretan rumah dengan jemuran pakaian yang dikeringkan di bawah terik matahari dengan warna dan bentuk yang hampir sama.

    Para wanita mengikat rambut sampai ke atas dan menutupnya dengan semacam sarung kepala, terlihat sibuk di depan bangunan yang mereka gunakan sebagai tempat menjual hasil perkebunan mereka. Sedangkan beberapa pria ku lihat asyik di atas gerobak kuda, berjanggut lebat tanpa kumis dan selalu menebar senyum.

Dari situ kutahu kalau orang-orang Amish tidak terlalu bergantung dengan supermarket atau restoran cepat saji seperti orang amerika pada umumnya. Mereka bercocok tanam, berternak sendiri untuk kebutuhan sandang pangan.

    Orang amish juga katanya tidak boleh di foto, tapi saya masih ragu dengan pernyataan itu. Saat itu melihat pria amish dan membuat sedikit percakapan ringan sebelum minta berfoto bersama. Ternyata betul, mereka menolak untuk difoto, dan dengan sopan menawarkan jasa untuk jadi tukang potret saja. Tenang saja, kita masih bisa mendapatkan foto mereka lewat kartu-kartu pos yang kadang ada terpampang orang amish, tapi tidak berpose.

    Tampaknya saya sangat beruntung saat itu, tatkala berkeliling kampung dengan grobak kuda 'buggy ride'dan sempat mengambil foto mereka dari kejauhan dan sempat mencicipi makanan mereka.



Touring octubre

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan