20.2.10

Berhemat kok Susah?

-Rajin menabung pangkal kaya! Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit!
Buku-buku ini yang buat saya keluar beberapa puluh dollar!

"Harus Hemat !,"pesan bapak di ujung telepon seminggu lalu.
"Cari-cari kolega, beasiswa, dan jangan suka begadang," Nasihat ibu dengan suara sendu sebelum teleponku terputus.

Ternyata Hemat, Cermat, dan Bersahaja, itu tidak semudah cari udang di balik keranda.
Rasanya, baru kemarin saya punya uang, eh kok tiba-tiba sudah habis?
Lari kemana? kok nggak ada barang buktinya? *maksud saya bukti fisik.


Kadang merasa iri sama teman-teman yang bisa seenaknya beli ini itu. Di balik kelambu, saya cuma bisa menelan ludah tiga kali dan berdoa semoga di beri rezeki yang sama. Ah..mungkin mereka pandai nabung.

I need to decrease my habitat as a spontaneous costumer. Maksudku, aku orangnya kalau belanja spontan! kemarin, waktu ke toko boku, padahal niatnya cuma look up harga, eh kok tiba-tiba ngeborong!

Susahnya hemat itu! Apakah hemat itu, artinya tidak beli apa-apa, beli yang penting-penting saja, beli yang penting tapi belum mendesak, beli apa aja selama uang ada???

Hemat, lebih susah dari pada menjaga pandangan terhadap lawan jenis, itu saja!

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan