25.8.10

Indonesia katanya sudah 65 tahun merdeka?

Dulu, bagi saya perayaan kemerdekaan  adalah momen untuk menambah koleksi piala lomba-lomba agustusan. Dari lomba makan kerupuk, ,gigit kelereng, sampai lomba pidato tak ada yang mau saya lewatkan. Saya begitu bersemangat dan bangga jadi anak Indonesia.
Saya kemudian baca buku sejarah, mencatat perjuangan bangsa Indonesia MENCIPTAKAN kemerdekaan, bukan MENUNGGU dihadiahi kemerdekaan. Setelah proklamasi pun, bukan berarti kita merdeka dari tekanan Belanda yang ingin berkuasa kembali, lewat Agresi-agresinya sampai Politik perjanjian Linggajati.

Bangga! Indonesia Dulu adalah Negara bermartabat, singa bertaring yang selalu menjaga kehormatan. Bayangkan 65 tahun Indonesia merdeka, seharusnya kesejahteraan semakin membaik, dan hak-hak atas rasa aman semakin terpenuhi.
Umur Indonesia sudah tua. Layaknya Singa bertaring, kini ompong, beruban, tuli dan rabun-rabunan.

“Hey, Indonesia merdeka. Selamatkan TKI yang digantung di Malaysia!”

“Atulista TNI kita kalah pamor, Malaysia berani mengompor”

“Anggota DPR perlu Olahraga yang teratur, biar nggak ngantuk dan ngelantur”

Sudahlah! suara batin saya sudah parau menjerit, toh bangsa kita sakit.
Urusan Indonesia, bukan lagi urusan kaum elit yang duduk di parlemen. Our country will be holding by us. No matter what, it is the challenges for Indonesian Youth. It is god’s plan to create Great leader.

Saya berdoa, semoga kemiskinan, Korupsi, dan pemerkosaan sumber daya alam oleh investor asing akan menjadi sejarah bangsa ini. Inilah fase ulat Indonesia, sebelum masuk ke fase kepompong lalu menjadi kupu-kupu.
*****

Fellows, saya ada kado buat kemerdekaan Indonesia.
Rumah Baca La Macca! Ini adalah tempat belajar dan bermain untuk anak-anak yang kita dirikan di desa Salemba Kecamatan Ujung loe kabupaten Bulukumba.

Dari hasil donasi, Alhamdulillah kita berhasil mengumpulkan lebih dari 600 buku. Mulai dari buku bacaan sampai buku pelajaran. Tapi sayang, koleksi buku bacaan anak, kami masih sangat minim.

Kolong sebuah rumah panggung, kita sulap jadi ruang belajar. Potongan-potongan kardus, lumayanlah jadi alas bagi adik-adik lamacca, sebelum kami sanggup beli tikar yang nyaman dan sampai sekarang, masih perlu banyak renovasi di tempat baca kami.

Saya dan teman-teman menggagas ide ini. Kita yakin, kalau semua orang bisa ikut berkontribusi untuk bangsa ini. Target kita adalah anak-anak di desa salemba. Sungguh menjadi upah saya pribadi, saat melihat anak-anak antusias membaca buku, menunggu kami untuk mengajar, dan melihat senyum mereka.

Bloggers yang sempat membaca tulisan ini, saya minta saran dan komentar teman-teman agar taman baca kami tetap sustainable dan bisa lebih digemari anak-anak. Bagi Bloggers yang ingin berderma, silahkan hubungi saya (tjuandha@gmail.com). Bersama kita wujudkan anak Indonesia yang cerdas dan bermartabat untuk Indonesia besok!

Some Pictures hopefully tells you alot!

Kolong rumah bukan masalah, kotoran itik dan entok juga bukan penghalang-motto jawara!









Book Drive. Tapi, kita masih sangat membutuhkan buku bacaan dan cerita untuk anak-anak. You have it and wanna share with us, really welcome :D








There are alot sun shine to share, their smiles our looking forward.










G-O-O-D J-O-B guys, really appreciate it :D
we put some walls, so our place more likely a room

a tribute for people who care with this project! Thanks so much. people say that the world is a playground, better Play together so we can learn each other!

1 comment:

  1. wah
    hebat ya bisa bikin rumah baca buat anak2
    berhubung saya belum bisa bantu dana, sementara saya bantu doa dulu
    sukses kawan!
    :D

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan