22.6.11

Unnamed poem

Utuh dan retak
rapuh hampir pecah...
kepada matahari buas bergairah...
kini tinggal bulan mati
tinggal bulan mati dan malam pekat yang tak ada artinya

bersama semilir saya menunggu
seperti debu diterbangkan,
tidak sedang terbang juga tidak jatuh

Hari ini saya tersenyum, besok menangis lagi,
besok menangis lagi....lusa masih menangis lagi?
sampai mata air air mata kering...
saya terbahak-bahak
tapi hati menangis darah!

sudahlah!
besok belum ada, belum tentu ada...
besok hanya ada buat petinggi berdasi yang berlimpah materi
besok bukan punya anak-anak bangsa yang diredupkan oleh birokrasi...

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan