26.2.12

101 Wishes before die

Ketika Mas Gagah Pergi, Cerpen karya Helvy Tiana Rosa

Sebelum mati dan (semoga) masuk Surga, banyak hal yang ingin saya lakukan di dunia ini.
salah satu yang mungkin paling Norak adalah main di layar lebar.
Yah, saya mau main di layar lebar, bukan sinetron.

Saya hanya ingin merasakan bagaimana atmosfer industri film, merasakan jadi orang lain lewat akting, dan mau tau bagaimana sensasinya nonton di Bioskop dan melihat diri sendiri.

keinginan itu muncul dari buku kumpulan cerpen, Ketika Mas Gagah Pergi yang baru saja selesai saya baca. Butuh dua hari untuk sampai ke kontrakan setelah mengorder bukunya online via www.tokoasmanadia.com dan cuma tiga hari buku itu selesai di mata saya.

Cerpen itu akan segera di filmkan dan open cast.
Saya berniat untuk ikut Cast dan dapatkan peran 'Mantho'.
Siapa Mantho?
Mantho adalah karakter dalam cerpen. Dia adalah copet yang gagal dan akhirnya jadi seorang yang taat agama. Dia bukan peran utama, tapi cukup menarik keberadaannya dalam cerita. Bagi saya, karakter Mantho adalah karakter kunci yang membuat ending cerita sangat baik.

Kalau tidak berhasil dapat peran Manto, well siapapun oke. Tidak peduli saya cuma figuran (asal bukan yang benar-benar sekedar lewat) yang penting  LAYAR LEBAR. Soalnya kebanyakan film Indonesia, menampilkan figuran yang tidak diarahkan dan mengganggu plot alur, dan saya tidak mau jadi karakter 'sampah'.

Formulir castnya belum saya kirim nih. Bingung, mau kirim foto bewarna itu gimana?
apakah harus yang formal, yang berjuta ekspresi, atau yang gagah?
wah yang terakhir itu paling susah.
Insya Allah sih besok udah mau saya kirim. Semoga berkah yah.
Dapat peran Mantho.
Ntar kalau udah maen, saya nggak akan sombong kok #wish

1 comment:

  1. iyah, kawan pernah cerita soal buku ini, tp mpe skg belum baca juga sya.

    salam kenal.. slam blogger.

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan