28.2.12

Move On itu Susah

Dear RA

Bukankah sudah saya katakan?
Saya menyayangimu secara tidak normal. Bukan sayang seorang teman.
Dulu mungkin tidak pernah lantang saya katakan,
tapi bukankah sudah saya tunjukkan tandanya?
Kau anggap apa?
Kau masih belum mengerti waktu itu, begitu juga denganku.
sampai suatu kabar dan suatu ketika kutemui dirimu masih...
teman
temanku!

Tapi beda, kau sudah tidak bercerita betapa segarnya hidupmu
Sekarang kau bercerita tentang warna hidup kalian. Berdua.
saya rindu kamu bilang mau fokus belajar dulu.
sekarang, apakah dirimu masih fokus belajar?
sudahlah...

Eh ingat tidak saat malam valentine,
Kau bilang bukan salah satu yang merayakan.
Kemarilah, kutunjukkan kau bagaimana besarnya persaanku waktu itu.
Raba, pelan-pelan saja bagaimana tulusnya saya menunggu.

Sampai suatu kabar disuatu ketika,
kau sudah jarang balas sms ku.
Ada apa?
Kuharap kau lagi fokus belajar.
ternyata, ada seorang dengan rambut bewarna menghabiskan semua ceritamu.
Tak ada lagi kau sisakan, untuk sekedar saya simak.

Saya tidak suka dengan dia.
Bukan karena cemburu, tapi karena rambutnya bewarna.
Tidak ada yang salah, saya hanya punya sterotype tentang rambut yang diwarnai.

Saya tidak suka dia,
bukan saja karena rambutnya diwarnai,
karena saya kenal siapa teman-temannya.
Mereka adalah remaja penghabis sepertiga malam, nongkrong dan motor.

Mungkin kau tidak suka saya prejudices seperti ini.
Dan, mungkin itu lah kenapa kau tidak suka saya.

Sekarang,
sepatah kata darimu pun sudah tidak ada.
Menggantungkan asa.
Silahkan kau sampaikan saja, kau membenciku karena.....
Daripada kupelototi terus layar ini sampai SMS dari mama minta pulsa datang.

Saya tidak bisa datang mengetuk pintumu sekarang.
Kalaupun bisa, tidak akan saya lakukan.
Sudah malam, apa kata tetanggamu.
Jarak kah alasannya?
Kita cuma beda pulau,
tapi kita masih di dunia yang sama kan?

Selamat berbahagia kau di sana,
Move On itu susah,
saya kayaknya akan menunggu di sini,
sampai waktu menjodohkan dengan dirimu, orang lain, atau kematian?

2 comments:

  1. bener, move on tuh susah banget
    saya pernah dua tahun belajar buat melupakan 'dia' nggak bisa-bisa juga :(

    sampai akhirnya aku bisa melupakannya sekarang, ya karena aku membuka hatiku untuk orang lain

    keep writing ^_^

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan