9.4.12

Nak, Ini tulisan Bapakmu!

Sedih, banyak sekali hal yang terlewatkan begitu saja tanpa ada perlakuan spesial. Maksud saya tanpa di tuliskan dan dibagikan di sini.
Blog ini memang awalnya saya niatkan untuk investasi dan dokumentasi keluarga saya kelak. Saya mau anak saya nanti tau kalau bapaknya pernah muda.
Bapaknya dulu tidak terlalu rupawan dan seringkali kalau patah hati dia menjadi tidak objektif terhadap Tuhan, perasaan, dan pasangan.

Suatu saat anak saya pasti bertanya, apa yang saya habiskan saat muda.
kemudian , anak saya akan sadar kalau kebudayaan anak muda dijaman bapaknya sangat berbeda dengan kebudayaan mereka di-masa mudanya. Beberapa hal yang saya bisa prediksi sekarang adalah reaksi anak saya menertawakan foto-foto bapaknya yang jadul, sama halnya yang saya lakukan terhadap foto muda kedua orang tua saya.

yah, setiap membuka foto masa muda orang tua saya selalu ada keheranan tanpa pernah dipuaskan dengan jawaban dari keduanya. Hal itu membuat saya tidak habis pikir, pada jaman beliau muda entah mengapa rambut gondrong setelan legendaris dangdut Rhoma Irama sangat hits?
Mengapa  selalu ekspressi diorama dalam setiap lembaran foto mereka, apakah bergaya bebas pada jaman itu aneh?
Mengapa saya tidak pernah melihat foto mantan pacar ibu atau bapak saya? disembunyikan kah? atau mereka tidak pernah pacaran (saya hanya mendapati foto pernikahan) , ataukah memang pada jaman mereka foto berduaan sebelum ada ikatan itu tabu?

Well, saya capek cari tahu itu semua.
Orang tua saya terlalu praktis untuk ditanya hal seperti ini.
Tidak pernah terpuaskan!

Okey, mungkin saat kecil saya terlalu cerewet menanyakan semuanya. Terlalu berhasrat untuk mengetahui semuanya!
Dan saya yakin anak saya kemudian hari juga akan sama atau lebih kritisnya menanyakan siapa bapaknya.
nulis kalimat barus seakan-akan saya pernah berbuat asusila yang menyebabkan kehamilan.

Meskipun saya tidak tahu apakah blog ini masih ada  ketika anak saya tumbuh dewasa, saya tidak mau ambil pusing. Masa bodoh meski sistem teknologi internet juga sudah berubah. Saya tetap optimis menuliskan semua cerita masa muda untuk dokumentasi dan bacaan menarik bagi anak saya nanti.

Niatnya hanya ingin dikenal oleh anak-anak saya jauh lebih dalam dibanding saya mengenal bapak saya sekarang. Mungkin akan sangat lucu, ketika nanti anak saya tau betapa alay-nya saya waktu menggombal ibunya. Betapa seringnya saya jatuh hati kepada wanita selain ibunya, dan meyakinkan mereka kalau orang tuanya juga pernah muda.

Hari ini 9 April 2012
Beberapa bulan lagi umur saya ber-kepala dua.
Tidak bisa dikatakan muda lagi. Saya hanya ingin sedikit berinvestasi sebelum waktu itu betul-betul datang.
Menjemput tanpa ada persiapan.

Betapa waktu telah menunggu saya begitu lama.
Keengganan menjadi dewasa pasti ada. Saya ingin selamanya muda!
Sungguh kalau bisa saya tidak mau dibebani pikiran harus menafkahi istri, tulang punggung keluarga, mendidik anak, and so on.
Apabila itu sebuah pilihan tanpa memasukkan umur sebagai variabel, saya mungkin akan memilih bertahan muda, menjauh dari titel tua dan segala tanggung jawabnya, lari  berpetualang sampe saya lelah dan siap.

I know this is so random,
tiba-tiba saja saya ingin menulis ini.
Meskipun saya masih ada kuliah statistik besok. kuliah yang saya rasa tidak akan lebih baik dari nilai C.
Saya tidak bodoh, saya hanya benci ketika suatu sistem terlalu dipaksakan untuk dimengerti dengan dalih kompetensi dan kompetisi.
Well that's the system you have to deal with Son.
Apabila nantinya anak saya kemudian tidak jauh lebih hebat dalam pelajaran Statistika, saya tidak heran.

dear son
Saya ingin kau tahu bahwa menikmati hidup jauh lebih berharga daripada belajar statistik. Kecuali bila hidupmu adalah Statistik.
Saya sendiri masih belum menemukan perpotongan diagram hidup saya dengan pelajaran satu ini. Hidup saya adalah kebebasan. Ketidakteraturan. dan. Kejanggalan!

See you Son

1 comment:

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan