23.6.12

EXPERIMENT.DOODLE.MIMESIS

saat mengetik tulisan ini, badan saya pegel banget. Hidung kembang kempis (seperti biasa), dan senyum terus berkembang. Bukan karena melihat janda kembang, tetapi karena dengar lagu kembang kenangan!
Bagus, maksud saya TEMBANG KENANGAN!
(terima kasih telah membaca dengan seksama)

Senyum saya masih terkembang, ini bukan titah S. Takdir Alisyahbana tapi karena saya memang lagi senang.
ini perlu DIPERJELAS KARENA ADA ORANG YANG SENANG SAMBIL LOMPAT-LOMPAT juga, saya cuma senang sambil senyum.
____
Saya memang tidak terlalu berbakat di pelajaran hitungan, pelajaran hapalan, dan semua yang pake titel 'pelajaran' , kecuali jika Anda membicarakan pelajaran hidup, maka saya orang berbakat dalam mengambil hikmahnya.
OKE! saya tidak tertarik dengan konsep pelajaran, langsung terekam suasana formal, guru lantang menjelaskan, murid memperhatikan dengan seksama tanpa berkedip demi berlomba-lomba dapat nilai tertinggi. 
Saya bukan orang seperti itu, daripada berlomba-lomba, saya lebih senang berdiri di antrian saja.

Sebenarnya yang saya butuhkan adalah ' change the paradigm ' tentang pelajaran. Membuatnya menyenangkan tanpa harus melibatkan parameter terukur. Hanya dalam pelajaran Seni/Art saya bisa menganggap itu bukan pelajaran.
Kesenian adalah suatu proses kompleks, menantang dan melibatkan gengsi. Tidak hanya intuisi yang terlibat, keseluruhan intelegensi juga membangun rangka yang kokoh dalam prosesnya. Saya mulai tidak tau ini ngomongin apa? Karena bagi saya Seni itu tidak cukup dideskripsikan saja, keseluruhan komunikasi itu akan lengkap dengan bahasa ekspresi.

Seperti yang saya lakukan kemarin. Bereksperimen dengan doodle art.
Kalau menggambar saya termasuk orang tipe realis, atau kata lain butuh  gambar atau 'still models'.
Pengalaman gambar saya sebelumnya terbatas pada watercolor. Kali ini saya menantang kemampuan untuk mempelajari aliran gambar yang menurut saya kontemporal dan sangat dinamis untuk dikombinasikan dengan media digital.

Jadi ceritanya saya jadi PJ buat layout cover 'Mimesis Show' untuk Oddisey 2012, 11- 12 Juli di Dago Tea House.
EKSPRESI AWAL

Media Kosong, ini lah fase yang membutuhkan waktu paling lama. Ide dan garis besar desain sudah ada bayangannya.


First touch. Saya memang suka memulai dari bawah, dan menyisakan detail muka bagian atas untuk dikerjakan di akhir.

Tidak hanya sekedar menggambar mata, tapi mata adalah sebuah tools penyampai pesan yang baik. Dan pembuatannya cukup krusial. Saya rasa saya agak Fail di sini.

Arsiran rambut, asal telaten dan rapih. Kadang suka kesel sendiri kalau udah ngebet pengen cepet liat hasilnya. Pada bagian 'arsiran' ini pula khas doodle art.

Untuk Obyek covernya selesai, Gambar ini kemudian di scan agar mudah dikombinasi dengan media editing digital.

Hasil setelah dibantu dengan Potosop dan beberapa program editan. Yang paling susah saat pengerjaan 'shadowing' dan 'coloring' nya. Harus bener peka dengan lighting dan sumber cahaya gambar agar berhasil penegasan di bagian-bagian tertentu.

Nah, udah pada dikasih liat nih cover teater Oddisey-nya Mimesis. Kamu make sure aja masih sempat beli tiketnya, soalnya tahun lalu pas saya jadi Mahasiswa Baru SBM, saya hampir saja gak kebagian tiket Oddisey.
Untuk bocoran, tahun ini ada empat genre pertunjukan dan masing-masing concern ke isu yang berbeda. Mimesis Show tentang Musik, Mix n Match tentang Keseimbangan Alam, Romance Fantsy tentang Romansa tragedi, dan body performance tentang Nostalgia.
Semuanya ada dalam Detik dalam Detak, Oddisey 2012.
*ketahuan banget lagi promosi

Buat pembaca yang masih bingung dan tidak mengerti apa yang saya sedang bicarakan, mau tau apa itu Oddisey, follow aja di @oddisey2012

Udah yah, sekarang udah subu dan saya belum tidur.
iya, karena senyum terkembang,
selamat berakhir pekan!
(postingan sabtu pagi)


No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan