9.9.12

Monologo

lubang ini semakin menganga.
kukira akan kering lagi dalam waktu dekat, tapi rasanya semakin perih.
semakin hari menjadi tua, manusia-manusia mulai hidup berkoloni karena bosan sendiri.
dalam koloni ada dialog yang memantul, mereka senang punya lawan bicara.
Seperti kembang api, aku merasa begitu.
Obrolan riuh memantul,ditangkap, ditepis, dan kemudian bercahaya dan saling menerangi dalam masa yang fana.
Setelah itu, apakah mereka merasa baik- baik saja?
Gelap kembali memeluk, semua diam.

Lubang ini akan segera kering...
tidak dalam waktu dekat, atau dalam waktu yang lama.
segera dalam tiba-tiba.
aku lebih suka memanggilnya begitu.
Kupastikan setelah kutemukan koloni yang lebih pribadi,
monolog antara saya dan aku, aku dan Tuhan, Tuhan dan Saya.
ini lebih baik.


Selamat datang di monolog

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan