10.9.12

Surat Pertama

Tulisan ini suratku untukmu.
Aku melarangya sampai ke tanganmu.
Terlalu cepat untuk kau tahu, biarkan sesaat aku menikmatinya.
Mungkin detik ini kau berkunjung ke sini,
membaca dan mengira-ngira siapa wanita yang namanya ku ganti 'kamu'
aku maksudkan untuk kamu.

Terlalu senang mencintaimu seperti ini, secara kecut tanpa kau tahu.
Mata kita belum pernah kebetulan bertabrakan, kita belum pernah secara kebetulan berbincang,
padahal semua kebetulan telah aku rencanakan.

Katanya kau senang menghabiskan waktumu di ruang ini ditemani grandpiano yang tutsnya aku tak mengerti.
Ku tunggu kau di sini.
satu jam.
dua jam.
tiga jam.
kau tidak ada di sana. bosan kah aku?
Tidak.
Aku akan datang lagi besok.

#SuratUntukmu 1
Salam Kecup dan Peluk

2 comments:

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan