31.10.12

I MANGKAWANI, Lalu Takdir Urusan Tuhan atau Tetua?




I MANGKAWANI

Dalam kemarau yang panjang.
Bencana itu datang.
Kesepakatan kemudian berdiri di atas hutang budi.
Diucapkan sebuah janji, ia kekal pantang ditarik kembali.
Siri’

Menentukan takdir manusia.
Menentukan siapa saja yang berhak jatuh cinta.
Karena darah dan silsilah, maka anak gadis harus menurut apa kata para tetua.
Dari mulut para tetua keluar puja, doa dan sumpah serapah.

Menjadi salah siapa apabila hati gadis menentukan takdirnya sendiri.
Memilih untuk digenggam dan menolak untuk diserahakan.    
Maka dosakah ia?
Kemudian tanah ini marah, karena siri’ dengan sengaja ia muntahkan.
Dalam kemarau yang panjang. Bencana itu datang.
Diucapkan sebuah panji, ia kekal pantang ditarik kembali.
*****
ini tulisan edisi nokturna.lahir karena saya curiga malam terlalu produktif untuk ditinggal tidur.hari ini banyak sekali yang terjadi.terlalu hidup untuk sebuah hidup.Tuhan memberkati!
Begitu pula dengan kelanjutan script dan directing pementasan drama yang saya dan teman-teman garap sekarang.

Jangan lupa, saksikan sebuah pementasan drama, dalam malam budaya Sulawesi Selatan,
I MANGKAWANI
Sabuga, 18 November 2012

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan