3.11.12

PEMBEBASAN RASA

risih.
mendengar istilah pembebasan rasa.
Seolah merasa dijajah, padahal selama ini aku menikmati.
tapi setelah berjelaga dengan kata,
pembebasan rasa mewakili semuanya.

pembebasan dari semua tanda tanya yang menjaga,
membebaskan rasa dari  gelisah yang tidak aku mengerti.
untuk sebuah hari yang biasa saja.
Di suatu ketika, kau bukan lagi manisku.

Kalaupun toh kita bisa membaca hati,
aku masih akan tetap mengatakan hal yang sama.
karena bisa saja, kita semua sudah tahu tentang benar.
Tapi hari ini kita semakin baik dalam berbohong

Lalu, apa yang merisaukan?
kau tidak benar-benar ingin tahu kebenaran.
atau aku belum siap untuk kebenaranmu.

manisku,
apakah inderamu telah mati rasa?
menganggap ini biasa saja?
kalau saja dirimu hewan ternak,
mungkin malam ini kau sudah jadi sejarah.
Para pemburu sudah tertidur kekenyangan atas dagingmu,

Aku sebenarnya sudah lama bosan dengan drama yang seperti ini,
tetapi malam itu, pelukanmu di pinggulku membantah ragu.


manisku,
apakah inderamu telah mati rasa?
menganggap ini biasa saja?

Satu,
dua,
tiga,

Aku sekarang bergerilya.
Mengamati rasi bintang, memngawasi alam, dan membaca KAMU.


Pembebasan rasa adalah misi mulia.
setidaknya mulia untuk raga yang kutumpangi,

Tapi,
Aku takut tidak bisa melihat matamu.
karena saat mengatakan ini semua, aku telah masuk penjaramu.
Sekali lagi.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan