10.3.13

Drama 'Mona' Akan kusudahi




Selamat pagi,
tulisan ini saya ketik di hari minggu pagi.
Hari yang paginya jarang sekali kunikmati, kecuali untuk sesuatu alasan yang besar.
Dan hari ini seharusnya menjadi hari besar. seharusnya.
Maka siapa saja boleh marah, ketika minggu pagi mereka diganggu karena suatu alasan yang tidak besar atau untuk sebuah rencana yang gagal.

Perkenalkan, Mona.
Beberapa dari kalian mungkin telah mengetahui siapa Mona. Dan hanya sedikit dari kalian yang pernah kuceritakan motivasiku membeli Mona.
Mona adalah vespa hijau tahun 77. Rangka bodinya telah dimodifikasi seolah-olah keluaran tahun 60-an. Dan yang terpenting, Mona bukan benda hidup, ia tidak masalah diperjual-belikan.

Akan kusudahi drama bersama Mona.
Saya sedang berniat menjual Mona lagi. Istilah lebih sastrawi: mencarikan Tuan baru, untuk Mona mengabdi.
Itu keputusan bijak atau egois, entahlah.
Mona saat ini dalam kondisi mulus, bodi terawat, ada banyak momen yang tersemat. Momen saya. Momen orang-orang.
Satu kelemahan Mona, ia tidak bisa mengantarkan saya ke Gunung batu pagi ini. Dan itu juga yang menjadi alasan kusudahi drama Mona lewat tulisan ini.

Menyudahi drama Mona, berarti menyudahi drama-drama yang lain;
Drama tentang wanita yang membuat saya jatuh hati berkali-kali.
Drama dengan tukang bengkel yang matre.
Drama dengan tukang cuci motor yang kubiarkan menjamah tubuh Mona sampai dalam-dalamnya.\
Drama solidaritas sesama vespa.
Drama berulang-ulang.

Saya bukannya tidak sedih memutuskan ini.
Lima bulan saya bersama Mona, ada hormon yang terus berproduksi karenanya. Adrenaline.
Tapi, Mona sesungguhnya akar substansial untuk menghentikan semua drama.
lalu ia kukorbankan. karena saya egois.
Istilah lebih sastrawi: mencarikan Tuan baru yang baik hati, untuk Mona dikasihi.

Jika ada pembaca yang tertarik, silakan menghubungi saya di ' tjuandha@gmail.com '.
Kelengkapan administrasi, STNK, BPKB Mona tidak ada masalah.
Yang bermasalah adalah : Mona, ia tidak bisa mengantarkan saya ke Gunung batu pagi ini.
Dan itu juga yang menjadi alasan kusudahi drama Mona lewat tulisan ini.

Kecuali Mona bisa mengantar saya ke  permukaan bulan, sebuah tempat Matahari tidak pernah tenggelam dan terbit. Tapi itu tidak mungkin.

Semoga salah satu dari kalian adalah orang yang bisa saya percaya untuk mengurus Mona.
Mona mungkin ditanganmu akan berubah nama. Tapi Mona tetap Mona bagi saya, satu syarat yang kuajukan sebelum kau membeli dan berpindah tangan: Bolehkah Mona kukunjungi sesekali?

*semoga tidak ada yang tertarik membeli Mona, karena saya belum siap berpisah dengannya. Lalu tulisan ini buat apa?, buat pengingat saja. Kalau saya pernah berusaha untuk menyudahi drama ini.

Penampakan Mona, tanpa filter foto.

Selamat Minggu Pagi.


1 comment:

  1. berat... tapi memang untuk menjadi lebih manusiawi kadang2 harus mencoba memanusiakan benda mati. Hmmm...

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan