3.3.13

Sampai jumpa lagi di alam sana, oh blackberry!

Gambar dicaplok dari sini

Ada pelajaran baru.
Pelajaran bersama untuk saya dan Mona (si vespa hijau montok).

Malam ini, 27 Februari 2013, Mona sehat dan dalam kondisi mood yang baik. Sepanjang hari saya berkelana bersamanya. Naik bukit di dago atas, bonceng Dhila sampe pulang ke rumahnya di Cigadung, tidak mogok-mogok, semuanya aman-aman saja.

Sampai suatu ketika.
Malam jam 11pm, setelah mengantar Dhila pulang sehabis nonton Taraksa, saya berkendara melewati jalan Tamansari dari arah Sabuga. Sebenarnya saya tidak sendiri, ada Barip dan Gaga. Tapi malam itu, kita berkendara dengan motor masing-masing. Mereka jalan dengan motor masing-masing melaju jauh di depan. Gak jauh-jauh juga sih. Jauhnya sepanjang mata memandang lebih dikit.

Bencana itu datang sesaat setelah belok di tikungan Tamansari. Suasana gelap. Saya sendirian. Dua motor depan saya, motor bebek, masing-masing boncengan melaju sangat pelan di depan. Setelah belokan di Tamansari, saya berniat mendahului. Mona saya arahkan agak ke tengah jalan, tetap seketika motor depan saya berbelok mencegat dan menghalangi jalan. Kondisi saat itu sangat gelap dan tidak ada siapa-siapa, kemudian mengutuk kenapa tidak ada lampu jalan.

Sebelum sempat sadar, tiga orang sudah mengelilingi saya. Salah satu lengan mereka melingkar erat di leher saya. Sekonyong-konyong mereka meminta tas saya. Saya tidak terlalu mengerti bahasa sunda lentur yang mereka gunakan. Hanya satu kata yang terus diulang-ulang.
"Anying....anying...anying!"

Sekitar dua menit saya tidak bisa berpikir apa-apa, kecuali menggenggam erat tas punggung sambil mereka terus mencoba mengambil paksa.

Saya yakin Barip dan Gaga belum jauh di depan, kenapa tidak coba teriak saja?
mungkin saja mereka dengar, lalu berbalik arah dan saya selamat.
Dengan satu kali tarikan nafas, saya teriak lantang.
"Rip....Balik lu Rip !"

Berhasil.
Teriakan saya menghentak mereka. Mereka kabur dan saya lepas. Saya langsung tancap gas mengejar Barip dan Gaga di depan. Rupanya mereka berhenti menunggu saya yang lama tidak muncul-muncul di depan Batan. "Gue dicegat sama motor barusan. Gak kenapa-napa sih.....", seraya mengecek seluruh badan memastikan tidak ada bekas luka senjata tajam. "Nggak ada yang hilang sih kayaknya,...." sambil tangan merogoh saku depan kemeja. "Taik, Blackberry gue diambil!"

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan