5.4.13

Karena hanya satu mulut saja

(The picture is taken from one of scene The perks of being flower)

Saat ini saya berpikir, kenapa mulut tidak diciptakan dua.
Padahal masih ada tempat luas di kepala,  di atas alis untuk menempatkan satu mulut lagi di sana.
Supaya beban-beban di kepala langsung keluar saja.
Karena menurutku satu mulut saja tidak bisa menceritakan seberapa berat hidup yang kita alami.
Atau supaya setiap rahasia, segera di muntahkan lewat sana.

Entah kalian mengerti.

Setelah semua manusia keluar dari rahim wanitanya, hidup kita pun mulai mengenal drama. Ada pura-pura.
Maksud saya sederhana, kenapa tidak diciptakan dua mulut saja?
Supaya ketika satu mulut berdusta , satunya lagi ada yang membela.

Tapi, manusia adalah penciptaan Tuhan yang sempurna?
Diciptakan satu mulut saja, Tuhan rupanya tidak memberikan kita pilihan.

Satu mulut saja untuk kita berkata jujur, merapalkan doa, dan mengeluarkan kata-kata yang indah?
Atau kalau manusia tega, satu-satunya mulut yang dipunya akan digunakan untuk saluran mengeluarkan sumpah serapah-tipu daya.
Juga.

Karena hanya satu mulut saja, maka ceritakanlah kebenaran yang ada.
Supaya beban-beban di kepala langsung keluar saja.
Dan berterima kasih kepada mereka, orang-orang yang menerima pribadi dengan mulut yang menolak berpura-pura.
Walaupun ia setelah keluar dari rahim wanitanya, telah mengenal drama.
Dan menolak pura-pura.

1 comment:

  1. Tuhan memberi kita hanya ada 1 mulut juga merupakan anugrah. Pernah ketemu sama orang yang cerewetnya minta ampun, yang suka ngomong tanpa henti. Coba bayangin mulutnya ada banyak, OMG. Nggak kebayang gimana menderitanya orang yang ada disampingnya. Wkwkwk. Apalagi kalo itu aku, Tuhan bunuh saja aku.

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan