23.4.13

Kemana Pagiku Pulang


Tentang pagi,
dengan lampu yang masih belum banyak dimatikan.

Tentang matahari,
olehnya melankoli malam dihangatkan begitu saja.


Tentang surat kabar,
yang sering kehabisan bahan untuk berita gembira,
sedang aksi-aksi kriminalitas adalah penyelamat agar bisa setoran ke redaksi.

Tentang Nasi Kuning,
yang beraroma tajam dan memakai pewarna buatan.
Dijual eceran tiga ribu lima ratus. setelah itu masih perlu seribu rupiah untuk sewa kakus.

Tentang kopi-kopi yang menjadi dingin,
ditinggal begitu saja karena harus berangkat kerja.

Tentang jalan raya,
tempat kendaraan raksasa dan satu orang supir tak berpenumpang menekan-nekan klakson.
Mereka menghujat dalam kaca tertutup. Tidak didengarkan siapa-siapa.

Tentang sebuah tentang,
yang jika dipertanyakan hanya akan kembali dengan tanya.

Di sanalah pagiku pulang.
Dalam nostalgia lama yang berulang.
Tentang kesederhanaan dan sesuatu yang tidak aku ketahui itu apa.







*Gambar-gambar di atas adalah koleksi pribadi saya,
hasil Cross-scan film kamera Aquapix, film 35mm Superia ASA 200



2 comments:

  1. bagus mas puisinya, diksinya ngena :)
    btw fotonya itu diambil di daerah mana? keren :)

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, foto koleksi pribadi saya, diambil di kanayakan-Bandung.

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan