18.4.13

Pak Muharram, Selamat jalan!


"Kematian, adalah peristiwa tercepat, yang menjadikan segala tinggal sejarah.”
Asma Nadia

Hari ini saya mendengar kabar, bahwa ia baru saja memulai perjalanannya menuju keabadian.

Begitu mendadak, dan semua orang dikagetkan.
Mungkin ia tidak butuh ucapan : 'Selamat Tinggal'
Dan kita, ditinggalkan oleh perasaan merelakan.

Perkenalkan, Pak Muharram, satpam di SMA saya waktu dulu.

Kawan ngobrol kalau saya tidak merasa harus cepat pulang ke rumah.
Saya hanya tidak percaya, ia memulai perjalanan ini lebih cepat dari yang kuduga.
Semua kita juga akan, tapi kita lebih senang untuk tidak membahasnya.
Seolah, itu tabu!

"Kematian, adalah peristiwa tercepat, yang menjadikan segala tinggal sejarah.”


Bagi saya, pak Muharram adalah sejarah yang menyenangkan.
Ada satu rahasia yang belum saya sampaikan kepadanya. Tentang misteri hilangnya kelapa-kelapa yang ditanam di belakang sekolah.
Saya pelakunya!
saya yang mengambil semua buah Kelapa di belakang sekolah.
Kelapa itu ranum sekali dan terlihat menyegarkan di siang hari.

Saya tahu dia sudah tahu.

Karena, dia adalah intel yang terperangkap dalam profesi satpam. Iya kan pak?





foto di atas buktinya.
Saya mendoakan semoga Tuhan menempatkan dia di tempat terbaik-Nya.
Selamat Jalan Pak!

2 comments:

  1. Pernah ngerasain hal yang sama, dan ini terjadi pada pengasuh waktu kecil gw...,

    "Kematian, adalah peristiwa tercepat, yang menjadikan segala tinggal sejarah.." bener juga kata lu

    Kematian adalah jalan menuju keabadian dan menyisakan kenangan

    ReplyDelete
  2. ia sudah terbebas dari dunia yang penuh kebohongan..
    oh ia, kenapa tidak bagi-bagi kelapanya waktu itu, jun?!

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan