12.4.13

Romantika Foto


Ini sekelebat terlintas dalam benak saya;
Bahwasanya kemajuan teknologi adalah penjajahan terhadap romantika kehidupan.

Kemajuan apapun.
Berkembangnya kamera digital dengan segala fitur yang canggih, salah satu yang saya maksudkan.

Satu..dua..tiga CLICK!
> Gambar sudah bisa tersaji, rona dan suasananya tampak jelas. Apabila ada sedikit senyum yang kurang mengembang atau ada mata yang terlihat meredup dalam gambar, dengan gampang kita bilang,
"ulang, sekali lagi!"
Satu...dua...tiga CLICK!

Apa serunya?


Ini prinsip saya saja.
Tidak semua hal dalam hidup harus diambil alih dalam kepraktisan yang monoton.

Foto adalah momen-momen yang dibekukan, kemudian dengan gampang bisa dinikmati dalam masa nanti. Dia adalah satu-satunya yang tidak ikut menua bersama kita.
Momen-momen di dalamnya, dan cerita di baliknya.

Dan ketika saya memutuskan membeli camera non batteries: Aquapix secara online.
Saya sudah siap dengan romantika-romantika itu.
Perasaan ingin tahu berlebihan seperti apa jadinya foto-foto ini nanti.

Semua objek hanya diberi satu kesempatan untuk berpose.
satu kesempatan. menantang bukan?

Lagian, sebagian besar foto-foto yang diambil menggunakan digital camera selalu berakhir dalam folder-folder digital pula. Saya butuh mereka hadir dalam bentuk fisik, lembaran-lembaran kertas bewarna yang bercerita banyak hal.

Sama saja halnya ketika kau tanyakan, apakah saya lebih suka mengoleksi e-book atau  buku.
Tentu jawabannya, saya lebih merelakan uang untuk buku-buku yang bisa diraba oleh semua indra saya,
Karena di sana ada perasaan seksi yang tak bisa dengan jelas kujelaskan.

Sekarang kamera ini sudah di tangan,
Satu Roll film sudah hampir habis kupakai bereksplorasi.
Nanti, setelah itu akan kubawa ke tukang cuci-cetak, dan semoga hasilnya mengejutkan.
Oh ya, hampir lupa.
Perkenalkan, namanya Diva.

Semoga hasilnya nanti, ada yang mendekati kualitas foto seperti  di bawah ini:





1 comment:

  1. Aku juga kemaren2 pengen beli lomo aquapix ini tapi ditunda dulu.
    Pertimbangannya biaya scanning di lab yg lumayan mahal. mungkin kalo udah bisa beli scannernya, baru beli kamera ini..

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan