12.5.13

HIDUP ITU TENTANG MEMILIH PILIHAN, OMONG KOSONG. PILIHAN KITA SUDAH TIDAK ADA SEJAK KITA MEMILIH HIDUP ITU SENDIRI.

Kepada semesta dengan segala bentuk konstelasi bintang. Kau mendapat tulisan dari saya, homo sapiens, mamalia dengan kemampuan lingustik yang lebih canggih dari hewan manapun, manusia. Apakah ada kehidupan di luar sana?. Saya hanya penasaran saja. Apa rasanya menjadi mereka?. Merasa kehidupan bukan sebagi manusia?. Atau apa rasanya menjadi vertebrata, sejenis amfibia, reptil, burung, dan ikan?

Masihkah mereka berkomunikasi dengan bahasa yang sama?. Bahasa rasa.


Saya bosan menjadi manusia, hewan dengan kemampuan linguistik dan intelektual di atas rata-rata kemampuan hewan lain di dunia. Itu satu-satunya hidup yang kuketahui ada, tapi aku masih percaya dengan eksistensi kehidupan di luar sana. yang belum bisa kuraba dengan indra. Kecuali dengan percaya.

Manusia itu sombong. Kenapa hanya dengan koloni mereka berkomunikasi?. Sejak kapan sentimental kita hilang peka untuk bercengrama dengan apa saja, dengan mahluk hidup. Bahkan dengan tumbuhan yang seolah tidak bergerak, menghabiskan semua masa hidupnya dengan tidak berpindah tempat. Mengakar dan menyediakan semua makanannya lewat kuasa akar yang menancap dalam dan kuasa batang yang menghirup bebas udara.

Semua hal yang kutahu ada punya kodrat dan cara masing-masing untuk bertahan hidup. Manusia juga. Sehingga menurutku, ungkapan hidup adalah tentang memilih pilihan itu hanya omong kosong. Kita tidak hidup dalam panggung drama kan?, harus mempersiapkan cerita agar ketika hidup atau semuanya berakhir ada yang terpukau lalu berdiri menepuk tangan sampai bunyi riuh. Siapa mereka?. Hidup hanyalah rantai makanan. Sejak kita memilih untuk hidup, kita tidak punya pilihan apa-apa lagi. Hidup adalah pilihan itu sendiri. Lalu keputusan-keputusan yang tidak substansial adalah hal yang substansial yang harus diperjuangkan untuk pilihan yang terlanjur dipilih, hidup.

Saya terlanjur memilih hidup. Makanya harus hidup.
Karena selain kemampuan lingustik, manusia adalah hewan keras kepala. termasuk terhadap pilihan.

3 comments:

  1. Ketika mereka banyak yang berbicara yang seolah bijak namun tidak sesuai dengan prilakunya yang bertolak belakang.... itu yang aku anggap Omong kosong
    Niche blog :)

    ReplyDelete
  2. Justru hidup adalah contoh nyata bahwa manusia dapat bergantung dengan manusia lainnya: orang lain yang memilih kau untuk hidup, bukan kau yang memilih hidup saat masih di kandungan.

    ReplyDelete
  3. Tapi hidup akan memberikan pilihan-pilihan yang baik, sayangnya pilihannya baik yang kita ambil sekarang belum bisa dipetik saat itu juga, itu berkelanjutan, di msa depan mungkin,

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan