30.5.13

Irama Sirkadian



Malam habis pesona.
Walau hening yang nyata memang selalu menggoda, untukku menghabiskan cerita, dan melihat asap-asap tembakau menjadi pekat karena gelap.

Menggantikan rasa segelas kopi ampas pait dengan seduhan teh sedikit gula, bukan perkara mudah.
Sama halnya dengan usahaku menemukan batu nisan manusia bernyawa, dia yang dalam detik ini juga kuingin tiada.

Malam kehabisan tawar.
Penyembuhan yang pernah kuyakini ada padanya hanyalah cerita yang diada-adakan.
Kini kali kesekian kunjunganku padanya, tidak membuat sembuah luka yang kubawa kemana-mana.
Hanya anestesi.
Itu pernah membuatku lupa, aku punya luka.

Terang menelanjangiku bulat-bulat.
Disorot seperti itu, aku tidak kuat.

Malam
Terang
Malam
Terang

Bergantian,
Ini sungguh lelucon berebut kuasa.

Suapi aku irama sirkadian, sekarang juga!
Bukan Malam dan Terang yang aku butuh
Irama sirkadian lah.

*Irama Sirkadian adalah kemampuan ayam untuk berkokok sebelum fajar. Secara konsisten semesta memberi ransangan kepada ayam untuk berkokok, meski kondisinya ayam berada dalam ruang tanpa cahaya. Terang dan gelap bukan menjadi indikasi, tapi semesta berkomunikasi lewat irama Sirkadian.

1 comment:

  1. puisinya bagus..
    suka dengan pemilihan kata2x ^_^

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan