28.6.13

Karena, kapan-kapan masih ada


Diam-diam kita sering bertanya kenapa (?)
Atau mungkin terkadang lantang berseru kenapa (!)

Seperti kita bertanya: Kenapa beruang kutub kidal?
Atau kita berseru: Kenapa beruang kutub harus kidal!

Diam-diam, saya mengerti.
Kalau tidak semua kenapa, ada penjelasan kenapa.

Seperti malam ini 'kenapa' kau cantik.

Aku bertanya dan berseru bersamaan: Kenapa?!

Kemudian, aku diam-diam bermain dengan kantong celana.
Kucelupkan kedua tangan ke dalamnya.
Berharap ada bunga atau amplop surat cinta.

Tapi tak ada apa-apa di sana.
Kenapa?
Kenapa!

Kalau tidak semua kenapa, ada penjelasan kenapa.
Aku hendak menjawab dengan 'karena'

Karena, kamu adalah wanita yang membuatku kenapa-napa.
Dan malam ini belum ada bunga atau amplop surat cinta.

Karena, kapan-kapan masih ada, kan?

2 comments:

  1. Jadi, kenapa masih kapan kapan?

    ReplyDelete
  2. Entah deh merasa bahwa puisi ini lucu.

    Semacam tidak ada hubungan dari atas bahas kenapa-kenapa-kenapa, lalu dibawah bicara tentang kapan :D

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan