19.6.13

Meragukan konsep satuan untuk waktu


Ada yang kurang dari skenario film Avatar, The Legend of Aang. Setelah menguasai elemen angin, bumi, air, dan api, dia lupa bagaimana cara mengendalikan elemen waktu.

Saya sedang dalam sesuatu yang sangat menantang. Suatu keadaan yang bisa membuka kesempatan untuk merasakan dunia dengan banyak indera pengecap. Sesuatu ini akan saya beritahukan bila saatnya tiba. Sesuatu ini datang dengan tiba-tiba. Mendadak. Dan mengkhawatirkan.

Mungkin pada dasarnya, saya adalah orang yang 'anti biasa-biasa saja', membuat saya harus menghadapi sesuatu ini dengan cara lebih segar, lebih baru, dan lebih tidak terduga.

Dan saya terjebak antara idealisme saya dan konsep waktu.


Nah, tiba-tiba saja saya kepikiran. Konsep waktu pada dasarnya percuma bila dikasih satuan. Detik, menit, jam, hari, dan seterusnya, itu buat apa?

Dikasih satuan ataupun tidak, waktu akan tetap berjalan. Dan orang-orang seperti selalu kekurangan. Termasuk saya.

Kemudian untuk apa satuan?
kalau setiap yang sudah lewat, lewat begitu saja. satu menit yang lalu dengan satu tahun yang lalu, artinya sama saja. Sama-sama tidak bisa terulang lagi. Nah kenapa kita masih butuh satuan waktu? Biar buruh bisa tetap kerja 10 jam per hari?

Kita tidak butuh satuan, karena waktu bukan sesuatu yang bisa dikendalikan. Tidak seperti zat kimia ataupun massa dan berat.

Kalau waktu masih butuh satuan, maka ada yang kurang dari skenario film Avatar, The Legend of Aang.

Oh iya, teman-teman. Jangan lupa untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Sekian, saya pun kembali bergelut dengan sesuatu. Semoga tidak lagi terjebak, dalam idealisme dan konsep waktu.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan