16.7.13

Jadi Selebritis, Rahang Harus Punya Otot!

Kayaknya menjadi selebritis yang hidupnya selalu di depan kamera, itu susah-susah enak!
Saya membayangkan, kalau mau jadi selebritis, rahang tuh harus punya otot. Karena rahang selebritis itu ada ototnya, tiap hari selalu dipaksa untuk senyum dan pura-pura.

Seperti minggu kemarin, Faruq Adib, datang ke kamar kosan, Kandang Macan Juandha. Bawa kamera DSLR dan lensa yang kece. Katanya mau foto-foto saya dan aktivitas dalam kamar. Saya agak ragu dengan tekad Adib, apa iya dia mau foto saya sambil tidur, tanpa celana, dalam selimut, sambil tangan kanan saya gerak naik turun?

Aniwei, kehadiran Adib, membuat saya berasa jadi selebriti mendadak yang dalam kamar pun ditodong kamera. Tapi, saya jadi miris juga. Mungkin ini yah rasanya jadi seleb, menggadaikan privasi, dan semuanya bisa jadi konsumsi publik. Gak pernah kepikiran sih saya jadi selebriti gitu, idih pasti males banget!. Hidup tuh penuh aturan dan pencitraan, kebebasan saya berpendapat akan direnggut, pasti!

Oh iya, sebelum lupa, perkenalkan Adib adalah kawan saya. Anak Riau yang pas SMA sholat seperti minum obat, cuma tiga kali sehari. Mahasiswa ITB yang katanya lebih memilih jadi fotografer daripada jadi tukang listrik dan kabel-kabel. Silakan berkunjung ke instagram doi, foto-foto di sana lebih menarik daripada secuplik foto-foto di blog ini.   







Adib, terima kasih Adib.

1 comment:

  1. membayangkan itu rak bukumu bobrok saat kamunya bobo adik juanda..
    *auch..

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan