31.7.13

Paling Takut

Terantuk-antuk, jangan sampai Bapak di ujung mengamuk.

Apakah manusia paling takut dikutuk menjadi colokan listrik?
Dicolok karena butuh lalu ditinggalkan setelah penuh.

Apakah manusia paling takut dikutuk menjadi sepatu?
Dipakai selalu, tetapi dipajang di rak rasanya tidak cukup kalau cuma satu.

Apakah manusia paling takut dikutuk menjadi sendal jepit karet?
Suka bikin lecet kalau masih baru.

Menurutku, Malin Kundang tidak takut saat dikutuk menjadi batu.
Ia lebih takut dikutuk menjadi air laut, yang menjadikannya gelombang, lalu pecah menjadi buih, lagi dan lagi.
Pasti ngeri sekali melihat badan hancur tanpa rupa berulang kali.

Menurutku, aku paling takut dikutuk jadi satuan alat ukur.
Karena mencintai hidup dalam ketidakterbatasan bukanlah pengorbanan yang ingin kuhitung.

Terantuk-antuk, kini biarkan saja bapak di ujung mengamuk.
Kini aku sudah selesai dengan kataku, dia juga pasti sudah kehabisan katanya.

1 comment:

  1. Belum pernah terbayang sebelumnya kalo ada kutukan jadi colokan. Hehe..

    Nice poem anyway :)

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan