31.8.13

Selamat Jalan, Ayumi Michan Aisyah Koizumi.


26 Agustus 2013.

Saya mendapat kabar kalau Ayumi sudah meninggalkan kita semua, lebih dulu menghadap Tuhan. Lebih dulu memulai perjalanannya menuju keabadian. Lagi-lagi, kematian, adalah peristiwa tercepat, yang menjadikan segala tinggal sejarah.


Ayumi adalah student dari Jepang. Saya baru benar-benar mengenal Ayumi, saat ditunjuk menjadi penanggung jawab foreigner student yang waktu itu akan menjalani exchange week di Bulukumba selama seminggu.  Rekan saya, Dyah dan keluarga adalah host family Ayumi selama di Bulukumba.

Sebelumnya, saya sudah sering mendengar nama Ayumi disebut-sebut di forum AFS Chapter Makassar. Tapi, kesan 'biasa' lepas ketika obrolan mencair. Saya heran saja, belum juga setahun di Indonesia, Ayumi sudah kental sekali pake logat Makassar. Sehingga katanya, di beberapa kesempatan, ia malah dianggap orang biasa, orang Makassar asli yang oriental looking.
Ia risih kalau sampai dipanggil Nona, sebeutan untuk gadis dengan ras Cina di Makassar.

"Bukan kodong, eh Ayumi orang Japang, hahaha!", selalu kalimat Ayumi diakhiri dengan senyum, manis sekali.

Saat ini ditelinga saya masih terputar terus suara Ayumi. Suara ayumi panggil Kak Asni: "Kakak Asni toh!", suara Ayumi bilang 'kodong', suara Ayumi bilang'Nassami', suara Ayumi bilang 'enak' saat selesai menyantap panganan dari ibu saya. Dan saya sekarang rindu Ayumi!

Tapi, tidak banyak foto Ayumi dalam hardisk saya saat ini untuk memutar kenangan, waktu saya pergi sama Ayumi ke Sungai Bettu, ke Pasar Cekkeng, Makan Ikan di rumah neneknya Dyah, waktu Ayumi pimpin senam di SKB, dan banyak lagi. Padahal harusnya saya menyimpan banyak foto Ayumi. Mungkin terselip di folder PC di rumah saya di Bulukumba. Uh.


2010. Ayumi berdiri di samping kiri saya.
Kiri ke kanan: Temannya Kak Yuli, Bapak, Yudha, Birte, Ibu, Kak Yuli, Ayumi, Teman Kak Yuli (dibelakang Ayumi), saya, Teman Kak Yuli (di belakang saya). Kak Yuli temannya banyak!

Nona manis, sekarang meninggalkan sebagian dirinya di hati orang-orang yang mengenalnya. Lewat tulisan ini saya menyadari untuk kesekian kali, kematian itu selalu mengejutkan.

Ayumi, tidak akan pernah baca lagi tulisan ini. Tidak pernah lagi buka facebooknya yang timelinenya penuh orang-orang yang ia tinggalkan, mereka mencoba mengenang kebersamaan dengan Ayumi. Ayumi tidak pernah lagi liat mention yang masuk di twitternya. Semoga dengan cara yang tidak saya mengerti, Ayumi tetap merasakan banyak orang yang sayang padanya.

Saya sayang Ayumi.
Ayumi Michan Aisyah Koizumi, juga disayang dan dicintai oleh semua orang yang pernah mengenalnya.
Selamat Jalan :)

Nassami itu kalo sy cantik:p- Ayumi, 2 November 2011

2 comments:

  1. wah, Birte ke Bulukumba ya? dia sempat menjadi adik kelas saya di SMA 5 Mks, hehe

    btw tentang Ayumi, turut berduka cita :((

    ReplyDelete
  2. Baru liat post yang ini.
    "Segala yang terlahir pasti kembali kepada-Nya"

    kenangan tentang ayumi tak bisa terlupakan :)

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan