15.9.13

Ada yang menjadi kacang, setelah perutnya kenyang

Ibu mendongengkan setiap malam,
cerita Malin Kundang yang dikutuk jadi batu.
Perahunya pongah datang menjenguk bekas ibu.
Dengan dada membusung, serupa dada wanitanya yang ruah,
kepada ibunya, Malin Kundang lupa!

Bapak menyanyikan setiap malam,
lagu kanak-kanak tentang ibu.
"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa", katanya.
Di dongeng ibu, dengan sembap yang sungguh basah, Ibu Malin merapal serapah
Malin Kundang, Istri, Perahu, Awak, tanpa tersisa sesaat jadi batu
Kepada anaknya, ibu Malin tak berbelas kasih di sepanjang masa.
Tidak sama seperti ibu di lagu bapak.

Selalu mulut kedua orangtua, ibu bapak saya.
Memperingatkan, untuk selalu berterima kasih.
Tidak menjadi kacang yang lupa kulitnya.

Dini kupertanyakan: Kenapa kacang harus ingat kulitnya?
Lalu dewasa kutemukan, banyak yang menjadi kacang setelah perutnya kenyang.
Aku salah satu.

1 comment:

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan