23.10.13

Bijaklah.

Seperti yang sudah-sudah.
Kita tidak akan pernah tahu ombak yang barusan pecah di bibir pantai ini datang darimana.
Mungkin ia dari samudera, dibawa angin dari teluk, atau bisa saja dia pecahan ombak lainnya yang persis setahun lalu juga pecah di bibir pantai Alaska.

Tidak ada yang tahu nasib ombak.
Seperti sudah ditakdirkan ia hidup untuk datang dari laut bagian entah di mana, ke tepi semua pantai untuk pecah jadi buih, dan kembali memeluk laut untuk kembali menjadi ombak.

Cintamu bisa bermetafora menjadi ombak, seluas dan sekuat itu. Tetapi, tidak dengan hidupmu. Karena waktu itu seperti aliran air sungai, begitu kau bertemu muara, kau tidak pernah bisa kembali ke hulu.
Bijaklah.

1 comment:

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan