19.10.13

Saya Menyebutnya Kontemplasi Payung.


images from here: Behance

Setiap sebuah hubungan pertemanan, persahabatan, keluarga, sepasang suami-istri, pada awalnya adalah individu-individu asing yang tidak saling mengenal. Kebersamaan, ketertarikan, perasaan nyaman, merasa melengkapi-dilengkapi mungkin adalah sekian banyak alasan yang membuat orang membuka diri satu sama lain dan memutuskan untuk mengikatnya dalam ikatan. Setidaknya itu memberikan rasa aman?

Kenapa setiap orang harus bersedih ketika seseorang yang lain dalam hidup mereka tiba-tiba harus pergi?
Bukankah kita bisa memulai siklus ini lagi dari awal? Membuka diri untuk individu-individu yang asing di luar sana dan memutuskan untuk mencari lagi apabila kita tidak menemukan rasa kebersamaan, ketertarikan, perasaan nyaman, merasa melengkapi-dilengkapi, dan lain-lain?
Asumsi saya, tidak semua orang punya energi sebesar itu untuk memulai semuanya dari awal. Karena setiap langkah pertama adalah sesuatu yang selalu sulit.

Obrolan tadi sore di payung SBM. Saya melihat kondisi saya adalah orang yang tidak punya energi besar untuk memulai mengenal individu asing. Mungkin karena saya takut melepaskan orang lain dalam hidup saya, mungkin karena saya khawatir dengan berapa banyak waktu yang akan saya butuhkan untuk memulai lagi, mungkin karena saya resah sendiri terhadap asumsi-asumsi yang ada di kepala yang harus saya pertanyakan lagi.

Postingan kali ini tidak untuk Anda mengerti, kok. Tapi setidaknya saya sudah sedikit mengerti, kalau kadang manusia tidak bisa egois dengan takdir. Kita mesti merelakan orang-orang yang memang harus pergi, lalu tetap hidup untuk mencari orang-orang yang bisa meramaikan hati kembali. Mungkin seperti tempat penginapan, hati kita dipenuhi orang yang datang dan pergi. Sampai kita betul-betul mantap untuk merubah hati kita menjadi rumah permanen. Untuk beberapa orang tinggal. Tapi tidak untuk selamanya.

1 comment:

  1. Hai, pinggirkan dulu asumsi-asumsi. Jalani saja dengan logika rasa. Juga tetap menulis.

    Asal jangan sampai dari tempat penginapan jadi rumah kos ya :)

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan