14.12.13

Diam-diam ada yang Mengawasi

Sejak masuk bulan Desember, visitor blog saya naik. Dari yang tadinya sekitar 100 vistiors per hari, sekarang jadi sekitar 500 visitor per hari. Kaget! Semakin banyak yang baca, semakin saya khawatir.
"Duh, tulisan saya enak dibaca gak? Aduh, kalau ada yang kontra dengan perspektif saya, mereka mencibirnya seperti apa? Duh, kok isi tulisan saya galau semua sih! Duh, yang baca blog saya siapa aja yah? Mereka berpikir tentang saya gimana yah? Citra saya positif gak yah?......Ini jumlah visitor bisa jadi duit gak ya?
Duh, kenapa saya harus peduli?!"

Saya tidak pernah peduli berapa orang dan siapa saja yang baca blog personal ini. Tidak ada yang harus benar atau salah dalam perspektif saya. Kebebasan berpendapat masih dijamin dalam UUD kan? Karena masing-masing kita punya cara untuk aktualisasi dan mengekspresikan diri.

Kadang ada kegelisahan seperti ini: Malu gak sih menceritakan hal-hal personal ke publik? Who cares about your life?
Tetapi lewat blog ini, saya sebenarnya sedang berinvestasi untuk calon anak-anak saya kelak. I want to tell them about how was their dad used to be before turning so bored like this.

Saya percaya, menjadi tua tidak membuat kita tahu semuanya. Dan suatu hari nanti, kita mungkin akan lupa bagaimana menjadi anak-anak, bagaimana rasanya puber saat berseragam sekolah, gagal mengerti apa yang ditertawakan anak remaja yang sedang bergejolak diusianya. Ada zaman yang merentang menjadi jarak dengan anak-anak kita kelak. Sejauh dan sedalam apa jarak itu membuat kita membutuhkan 'sesuatu' sebagai jembatan. Untuk memungkinkan kita menyebrang dan bertukar posisi, berdiri melihat dari perspektif masing-masing. Blog ini semoga bisa menjadi jembatan yang saya maksudkan. Cukuplah untuk mereka mengerti, bapaknya pernah muda dan menyenangkan, sebelum mereka menarik kesimpulan: bapaknya orang kolot dan tidak mengerti anak muda seusianya.

Meski begitu, statistik di atas tetap saja membuat saya kaget. 500 orang per hari?! Siapa saja mereka?
Statistik di atas  membuat saya bahagia dan khawatir secara bersamaan. Ternyata ada banyak orang yang senang menjadi silent reader, mungkin juga anak-anak saya kelak.

Thank you and happy reading!

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan