4.12.13

Satu Kepala Tumbuh Uban


Apa yang kau pikirkan saat kau disuruh untuk tidak memikirkan apa-apa?
Dalam kondisi seperti itu, saya selalu berusaha berpikir bagaimana caranya agar berhenti berpikir.
Sesuatu tidak pernah hilang dari kepalamu. Kan?

Kepala kita adalah semesta yang nyata. Bisa jadi di sana tidak bergantung benda langit yang besar dan tidak sanggup kau bayangkan. Tetapi, kepala kita selalu punya tempat tak terbatas untuk berpikir.

Memasukkan apa saja dalam kepalamu, membawanya kemana-mana sampai membuatmu berhalusinasi bisa berarti kecerobohan atau suatu anugerah yang kau harus berterima kasih atasnya.

Dalam halnya wanita,
telah ada satu sosok yang sudah lama menjadi benda langit dalam semesta kepalaku. Sosoknya nyata, tapi hubungan kami jaraknya berjuta tahun cahaya.

Menulis ini tidak mampu mengeluarkannya dari dalam sana. Yang ada, menulis telah menghadirkan diri saya yang lain. Bahkan di dalam dua kepala yang kupunya, isinya masih ada dia.

Malam adalah kesunyian menenangkan,
saya ingin segera kembali tidur dan tidak memikirkan apa-apa.
Menarik sosoknya dari dalam kepala sama saja berpikir tentang sesuatu tanpa ujung dan tanpa pangkal.

Semakin berusaha untuk tidak memikirkan, semakin saya yakin kalau dalam dua sampai tiga tahun lagi, satu kepala akan tumbuh uban.

Foto diabadikan oleh Arief Syakur Sutedjo

2 comments:

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan