3.1.14

SAMPAI KAPAN HARUS TAKUT LIAT IP?

"Selamat liburan."
Pembuka yang terdengar empuk dan seharusnya menjanjikan sebuah ketenangan, sebuah kebahagiaan, atau bisa pula berarti sebuah ucapan selamat untuk Anda karena mendapat kesempatan untuk beberapa saat lari dari rutinitas.

Selalu saja, di sela waktu yang masih dalam periode 'selamat liburan', saya menjadi gelisah ketika mendapati surel dari Administrasi Prodi Kampus mengenai tenggat pembayaran, jadwal pengisian mata kuliah, dan paling menakutkan sekaligus dinanti adalah hasil belajar atau lebih populer disebut IP.


Saya mencoba menelaah, apa yang salah?

Kenapa setiap kali IP keluar, tubuh saya dingin. Kaki seperti tidak sedang menapak. Ingin lupa saja, sekaligus ingin segera tahu angka apa yang tertera di sana? Keajaiban adalah mendapati huruf A bersusun sebaris!

Mungkin IP menjadi kabar baik untuk mereka yang telah bersungguh-sungguh. Tetapi toh, saya adalah orang yang selalu lupa dimensi ukur sebuah kesungguhan itu seperti apa? Bagi saya, setiap semester yang sudah lewat adalah hasil perjuangan. Jadi, selayaknya IP adalah kabar baik untuk semua mahasiswa. Perjuangan kita diukur dan diterjemahkan dengan angka. Upaya sistematis dan 'dangkal' mengukur kemampuan manusia adalah memformulasikan dengan angka.


Saya sebenarnya masih takut lihat IP, tapi saya berani-beranikan saja. Cepat atau lambat sama saja, saya harus tahu! Mengharapkan hasil yang layak saja, semoga dengan hasill itu saya bisa mempertanggungjawabkan ekspektasi orang tua saya, dan bertanggung jawab atas investasi negara lewat beasiswa yang saya dapatkan. Ketakutan melihat IP mungkin bukan karena saya benci dengan hasil pencapaian selama satu semester ini, tetapi bisa lebih dipahami sebagai ketakutan saya memenuhi setiap ekspektasi pihak-pihak yang sejauh ini punya andil besar dalam mengantarkan saya mengecap bangku perguruan tinggi.


Selamat liburan.

Apapun hasil IP nanti, saya punya kendali untuk tetap tidur nyenyak atau merusak liburan ini dengan menyesal hal-hal yang sudah lewat. Ah!

1 comment:

  1. IP ngga jaminan sukses di dunia kerja, tapi main aman kalo mau jadi karyawan ya pasang target ip standart, soft skill lebih dipake waktu lu kerja,

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan