5.1.14

Yudha Sudah Kelas Lima, Harusnya Sudah Tau Kalimat Aktif dan Pasif!

Displaying PicsArt_1388931231028.jpg
Yudha

Pulang ke rumah seharusnya menyenangkan, kecuali begitu tahu kalau adik saya, Yudha ternyata sudah kelas lima dan belum tahu cara mengonversi meter ke sentimeter, menghitung luas segitiga, dan paling parah adalah tidak mengerti cara menyusun kalimat sederhana yang terdiri dari subyek, predikat, obyek, dan keterangan secara padu.

Begitu tahu semua itu, saya pun berinisiatif untuk memulai program 'Bulan Madu Sehabis Maghrib'. Mendisiplinkan Yudha untuk belajar bersama sehabis Maghrib! Kurikulumnya sih terserah saya, tapi selalu berpedoman dengan majalah Bobo yang khusus bagian soal-soal pelajaran, biasanya terletak selalu setelah halaman cerpen.

Apakah mudah mengajari Yudha? Hell No!

Saya rasanya mau teriak gila atau berhenti jadi kakaknya. Apalagi pas dia berkali-kali salah menghitung jumlah ubin yang dibutuhkan untuk sebuah kolam renang seluas 9 meter x 7 meter, apabila ubinnya seluas 10 cm x 25 cm.

Tetapi syukurnya, hingga tulisan ini diturunkan, Yudha sudah paham dan bisa menghitung jumlah ubin yang dibutuhkan, serta mengerti mengonversi meter ke sentimeter. Sepertinya sih begitu, saya tidak mau sombong ah!

Untuk bagian membuat kalimat padu, serta mengubah kalimat aktif menjadi pasif, saya harus mengajari Yudha sambil memeluknya erat. Setiap dia salah, saya peluk semakin erat. Salah lagi? Tambah erat! Mungkin ini terinspirasi oleh Malaikat Jibril yang waktu itu juga memeluk Nabi pas kali pertama menyuguhkan Quran untuk dibaca.

Setelah mulut berbusa-busa menjelaskan apa itu subyek, apa itu obyek, apa itu predikat, dan tampaknya Yudha sudah paham, pelajaran pun berlanjut dengan mengubah kalimat aktif menjadi pasif!

"Nah Dha, coba bagaimana kalimat: 'Yudha melempar mangga di halaman rumah' dijadikan kalimat pasif. Gampangnya kata imbuhan me- pada predikat diubah menjadi di-. Jangan lupa, obyek kalimat selalu ditaruh sebelum predikat, lalu setelah itu baru taruh subyeknya siapa. Mengerti?" saya mencoba menjelaskan sambil memberi latihan soal.

"Oh ini gampang, tinggal ubah me- jadi di- toh kakak Andha?"
"Betul sekali bos!"

Setelah beberapa saat.
"Sudah selesai!" Yudha menyodorkan kertasnya untuk kuperiksa. Satu kallimat aktif telah dibuat menjadi pasif.

Aktif: Yudha melempar mangga di halaman rumah.
Pasif: Yudha dilempar mangga di halaman rumah.

"Ini apa Yudha?!" saya menjadi pasif seketika!
Adik seperti ini memang asyiknya dilempar mangga.

2 comments:

  1. It was seriously funny read it in the middle of night.
    Jadi ingat waktu ngajarin adek semasa dia masih SD dulu, ajang belajar sabar!
    Kalau adekku belajarnya sesusah adek Kak Juandha, apakah mungkin mayoriyas anak SD seperti itu? ~

    ReplyDelete
  2. gak tau nih, dia banyak main. Parah! Tadi disaranin sama temen suruh bawa ke temennya yang sering ranking 1, biar sohiban gitu. Ada pepatah, bergaul dengan pandai besi, maka akan....ah sudahlah!

    semoga adik-adik kita punya masa depan cemerlang. Aamiin

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan