9.4.14

Memilih ataupun Golput adalah Prinsip Hidup


Saya menulis ini bersamaan dengan hari yang ramai disebut sebagai pesta demokrasi. Saya bukan salah satu dari mayoritas yang mempunyai tinta ungu di jari. Saya secara sadar memilih golput sebagai suatu pilihan dalam menyambut pesta demokrasi.

Saya kembali mempertanyakan, apa itu pesta demokrasi? Bagi saya, pemilu hanyalah ajang bagi para petualang-petualang politik untuk mendapatkan otoritas dan jabatan yang membuat mereka berhak dan layak untuk bertindak atas nama rakyat.

Di perantauan, saya tidak merasa ada satupun nama yang nantinya bisa mewakili suara saya. Makanya saya golput. Dan saya sadar konsekuensinya apa, saya tidak berhak protes apa-apa ketika nantinya ada kebijakan atau aturan yang diberlakukan. Karena, saya telah merelakan suara saya untuk ditentukan oleh orang lain.

Saya sedikit menyesal kenapa tidak memilih. Tapi, saya juga sepertinya akan menyesal kalau memberikan suara dan secara naif berharap membuat Indonesia menjadi lebih baik dengan pilihan saya. Bagaimana kalau Indonesia jadi tidak lebih baik?

Mata kepala saya menyaksikan, bagaimana setiap calon legislatif negeri ini merepresentasikan diri mereka. Dengan kampanye yang menghabiskan banyak uang, dengan baligho dan stiker yang pada akhirnya menjadi sampah dan polusi. Lalu, bagi saya penyelenggaraan pemilu sama saja dengan menyiapkan sarapan pagi. Ada orang yang merasa penting untuk sarapan, tetapi ada juga yang merasa tidak perlu sarapan. Dan jangan salahkan orang-orang untk tidak berselera menyantap sarapan mereka, apabila sarapan disajikan dengan tidak baik. Meskipun, kita sama-sama tahu, kalau sarapan itu baik untuk kesehatan.

Jadi, kepada teman-teman di luar sana. Yang masih buta, apatis ataupun pro-demokrasi, marilah kita bijak dalam menghargai setiap prinsip orang untuk memilih ataupun tidak memilih. Semua orang punya alasan untuk tindakan mereka. Semoga kredibilitas pemilu tidak terlalu merosot-merosot amat dengan semakin tingginya orang-orang yang golput.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan