2.5.14

Langit menggelar hajat


Saya tidak pernah merasakan lebih hidup, kecuali malam itu. Semua yang kusentuh, kulihat, kudengar, dan diproses oleh indera terpecah menjadi lebih detail dalam partikel terkecil, membuat dunia menjadi lebih penuh sekaligus taman bermain yang menyenangkan.

Gelombang suara masuk ke dalam kepalaku, mengelitik gendang dan membuat bingung semua saraf di sana. Tidak pernah kulihat gelombang-gelombang suara ini beresonansi dengan sempurna terhadap semua partikel yang ada dalam petak ruangan gelap. Cahaya terpendar menjadi semesta. Kemanapun matamu menuju, tidak pernah ada batasan untukmu percaya, apa yang kau kira mati sekarang bernyawa.

Dinding putih di hadapaku menjadi sangat menarik, catnya tetiba mengering, mengelupas dan kembali basah. Semakin aku percaya, semakin ia membawaku lebih jauh ke dalam proses bagaimana ia dicipta.

Malam itu, aku cinta dengan kamar gelap. Kali ini, ia tidak meninggalkanku dalam ketakutan.
Aku pun candu dengan musik, nadanya mampu bercakap dengan dzat dalam tubuhku. Saat ia berdistorsi, disitu ia menusuk semua saraf, saat bersamaan aku menjadi bergairah dan melengking. Perasaan orgasme tak berujung. Dunia menjadi lebih penuh syahwat walau tanpa beserta lawan jenis, saya mengerti perasaan damai. Saat itu, aku jadi kuda laut.

Kemarilah, dan ambil mataku sekarang!
Kemarilah, dan coba kau rasai apa yang jiwaku rasakan.

Langit menggelar hajat. Bintang beranak-pinak seperti sel yang membelah. Langit menggelar hajat, mendongak ke atas, aku seperti melihat mereka berpusar dalam lintas yang luas.
Semakin banyak.
Banyak sekali.
Semua langit sekarang isinya bintang semua.
Dunia menjadi lebih penuh, andai kau tahu.

Malam itu ia datang pelan-pelan, kemudian saat pagi menjelang ia permisi diam-diam.
Aku seperti orang yang putus cinta. Merasa kehilangan, walau tak pernah yakin benar pernah memiliki.

Semoga malam itu kembali lagi datang.
Membuatku kembali balita dalam peluknya. Mengerti bahwa, dunia ini penuh, dan kau tak pernah kehabisan kawan untuk bermain.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan