29.6.14

Ini Sahur Pertama

Saya sedang menunggu sahur. Duduk di depan laptop, di dalam kamar 3x4 ditemani televisi yang sedang menyiarkan pertandingan piala dunia antara Brasil dan Chile. Ini seharusnya sudah jadi ramadhan kesekian saya merayakannya tidak dengan keluarga, seharusnya sudah merasa biasa tanpa harus merasakan perasaan melankoli seperti ini.


Ini sahur pertama.
Biasanya di meja makan keluarga, ada tahu goreng panas dengan sambal kecap favorit saya. Saat sahur, saya suka duduk tepat di depan Yudha. dengan begitu saya bisa menyaksikannya makan sahur sambil mengantuk, kadang dengan gerak cepat sekali saya iseng ambil lauk yang ada di piringnya, karena kalau ambil lauk dari piring bapak, saya takut. Karena Hirarkinya memang begitu. Cuma dengan Yudha saya merasa merdeka dan bisa semena-mena. Hehe.

Sahur adalah momen diam yang damai. Apa yang terhidang di atas meja, selalu membuat saya bersyukur karena Tuhan Maha Baik. Tidak banyak percakapan saat sahur, kecuali percakapan kecil disela-sela saat ingin tambah.

Di atas meja selalu ada dua jenis nasi. Nasi panas dan nasi dingin karena keluarga saya tidak suka menggunakan pemanas nasi. Saya biasanya menggabungkan nasi panas dan nasi dingin, lalu dicampur air sayur dan dikoyak-koyak pake tangan biar merata.

Betapa saya rindu untuk sahur di rumah. Saya tidak perlu pusing mau makan apa, semua sudah ada di meja. Bersyukurlah saya terlahir di keluarga dengan ibu yang hobi memasak. Ibu yang selalu tahu selera lidah keluarga. Ibu yang tahu bagaimana caranya membuat masakan menjadi nikmat dengan bujet seadanya.

Ini sahur pertama.
Saya mau menyudahi postingan ini dan segera bergegas mencari warung makan yang buka. Selamat berpuasa untuk yang merayakan. Semoga berkah dan lancar yah. Mari kita sahur!



No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan