7.7.14

Untuk Pemilu 9 Juli 2014




Kita yang semula adalah kayu, saat di batang-batang kita tumbuh daun dan burung bersarang.

Kita yang semula adalah kayu, sebelum ruas kita dibelah satu-satu.

Ada pesan dari ibu. Ingin kusampaikan padamu.


"Sampaikan ini kalau kau bertemu dengan dirimu yang lain, mungkin saudaramu, atau mereka sesama kita yang semula adalah kayu," kata ibu.


Jangan pernah kau, dia, dan mereka menjadi terlalu kering untuk api yang bisa membuatmu jadi abu.

Karena hidupmu tidak akan kemana-mana, kecuali sebatas dapur dan tungku.

Ibu ridho kita saling menopang dan menyanggah. Kalau itu berarti kita bersatu membangun kerangka perahu yang tangguh.


Kita berlabuh!

Masyhur membujur dan melintang, singgah kemanapun tempat yang angin pernah singgahi.

Kita yang semula adalah kayu, sebelum ruas kita dibelah satu-satu.

Pesan dari ibu, sudah kusampaikan padamu.

Juli 2014

Bandung

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan