20.9.14

Ibu Menunaikan Rukun Islam Yang Terakhir


Membiayai keberangkatan ibu naik haji adalah salah satu cita-cita saya pas kecil dulu yang belum dikabulkan Allah.  Hari ini ibu bertolak ke Jeddah untuk menunaikan ibadah haji dengan ikhtiarnya sendiri, tanpa sepeser pun uang dari saya. Ibu berhaji juga pasti karena banyak peser uang dari bapak. Tetapi bapak tidak ikut menemani ibu berhaji. Menurut bapak, menjaga anak-anak di rumah selama ibu pergi jauh adalah lebih baik. Sedangkan menurut saya, keputusan beliau sangat bijak (semoga giliran bapak berhaji segera tiba juga).

Pasti bapak merasa sepi sekali ditinggal ibu berhaji selama 41 hari. Ataukah bapak sudah terlatih/ melatih diri? Karena saat ini saya merasa sepi sekali ditingalkan ibu. Itu berarti selama 41 hari saya tidak bisa tiba-tiba random menelepon ibu lalu berkeluh kesah atau bercerita, karena pasti akan menganggu proses ibadahnya.

Saya sadar kalau saat ini saya tidak sekedar melepaskan ibu berangkat berhaji. Tetapi juga berarti ikhlas dengan apapun rencana Tuhan. Meski begitu, saya selalu berharap ibu pulang dengan keadaan sehat dan bisa berkumpul bersama keluarga lagi. Lalu akan kupanggil beliau dengan panggilan ibu hajjah.

Aamiin.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan