8.9.14

Lebih Dekat untuk mewujudkan mimpi warani

Satu langkah untuk mewujudkan mimpi Warani (sebenarnya masih banyak langkah lagi, nggak satu), penggunaan terma: satu biar makin semangat aja.

Saya senang jalan-jalan dan berpetualangan. Mimpi saya untuk Warani bukanlah mimpi muluk-muluk. Warani (diambil dari bahasa bugis yang artinya berani) hanyalah sebuah mimpi untuk menemukan kembali Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Saya ingin sekali mengajak anak-anak muda di Indonesia untuk menjelajah kawasan pesisir di Indonesia,melihat betapa kayanya potensi laut kita dan betapa banyak masalah di dalamnya.

Di lain sisi, ide ini harapannya membantu nelayan di Indonesia untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuka kawasan tempat tinggal mereka sebagai daerah ekowisata. Soalnya fenomena yang saya amati, nelayan kita selalu berputar pada sebuah lingkaran sesat. Ada musim angin barat yang membuat nelayan tidak bisa melaut, sehingga saat seperti itu banyak dari mereka menggantungkan hidup pada pinjaman, dan membayar kembali utang mereka dengan bunga yang tinggi saat musim kembali membaik.

Harus ada sebuah mekanisme yang memberikan mereka kehidupan tanpa bergantung kondisi musim dengan memaksimalkan keahlian yang sudah mereka miliki.


Crew Kapal Pak Toto Saat menangkap Ikan

Pak Toto, Kapten Kapal yang selalu tahu posisi ikan ada di mana

Desa Lemo-lemo, sebelum masuk ke desa harus melalui hutan yang dihuni banyak satwa, tapi sejauh ini lebih sering ketemu monyet, ular, dan binatang mirip rakun tapi ga tau apa namanya.

Stargazing di pantai

 
Pantai Bira, bisa diakses 30 menit dari Lemo-lemo

Menikmati api unggun di pinggir pantai, lebih dekat dengan teman dan alam

Di Lemo-lemo sumber listrik satu-satunya adalah genset, menonton layar tancap bersama warga (seluruh warga) adalah pengalaman menonton yang melibatkan semua panca indera

Bertemu Pak Tanri, pembuat Perahu Phinisi di Daerah Pantai Kaluku. Membuat perahu adalah sebuah tradisi di keluarga Pak Tanri.

Lalu muncullah ide Warani ini. Membranding komunitas nelayan, mengajak traveler datang untuk merasakan serunya hidup dengan nelayan sambil mengakrabi laut Indonesia. Ternyata banyak loh, kawasan nelayan di Indonesia yang worth to visit alias kece!

Kami sadar, kalau ide ini harus fit dengan social culture dan benar-benar lahir bersama-sama dengan keinginan warga lokal. Sebagai project awal, satu daerah yang sedang kami garap ada di Bulukumba, Sulawesi Selatan, desa Lemo-lemo. Lokasi ini bisa ditempuh selama 4 jam dengan mengendarai mobil. Kami sudah melakukan pemetaan sosial kurang lebih 4 bulan sambil merancang SOPnya bersama warga lokal di sana.

Rasanya, ingin sekali saya membagikan pengalaman saya mengarungi laut bersama pelaut bugis, menangkap ikan, dan hidup bersama mereka ke banyak anak muda Indonesia. 

Berikut beberapa dokumentasi sejauh ini:




Follow Instagram, Facebook, dan Twitter kami yah :)

2 comments:

  1. greeting tju!
    lately been following you in instagram, watch kelanabersama, and reading your blogs
    i wondering that i might have a chance to be a part of your next trip for kelana bersama or anakwarani, nuhun

    ReplyDelete
  2. greetings tju
    lately been following your instagram, watch kelana bersama on youtube, and also read you blogs
    i was wondering that i might have a chance to join your next trip with kelana bersama or anakwarani
    nuhun :D

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan