4.10.14

Tulisan di Malam Minggu. Di sela-sela menulis Skripsi.


Setiap pagi kamu bangun dari tidur,
membuka mata adalah yang pertama. Lalu kemudian, kamu sadar telah bertambah usia (lagi).

Kalau menua itu berarti menelan, mengunyah, mencecap, lebih banyak asam dan garam kehidupan. Itu rasanya pasti tidak menyenangkan. Bolehkah kamu jadi manusia tanpa penuaan?

Bolehkah kamu selamanya hidup mencecap manis, dan terus menerus jatuh cinta?

Ha.

Tapi tidak bisa. Tidak seperti itu berjalannya hidup.

Menua membuatmu penuh perhitungan. Menyeimbangkan emosi dan kalkulasi matematika. Kemudian, proses 'cinta pada pandangan pertama' menjelma seperti humor yang hanya membuatmu tertawa. Dan tidak mampu lagi membuatmu percaya.

Telinga, mata, bahkan keseluruhan indera di tubuh kamu sering terpaksa menampung curhatan 'anak muda' yang umurnya sepantaran. Masih berkutat dengan pedekate, nembak, pacaran, putus, harus move on, lalu pedekate lagi dengan yang lain. 
Atau berkutat dengan pedekate, nembak, kurang beruntung, lalu pedekate lagi dengan yang lain.

Kadang membuatmu berpikir, siklus ini memaksa mereka harus mengisi umur 20-an seperti itu, (mungkin) tidak pernah mereka sempat belajar.
Belajar untuk memberikan masa jeda, untuk mengenal mahluk apa yang menghuni jasad-jasad mereka. Mengenal siapakah dia?

Itulah yang membuat mereka tetap muda. Memaksa muda.

Ha.

Tapi tidak bisa. Tidak seperti itu berjalannya hidup.

Kita menua. Dan baiknya begitu.
Sudah harus sesekali berhenti bergetar, menoleh-noleh, untuk beberapa lama duduk dengan nafas teratur, menerawang masa depan dengan jelas.

Lalu berdoa sekeras berusaha.
Semoga pada saat menemukan tambatan hatimu, dia (tambatan hatimu) juga sudah memenangkan emosi dan kalkulasi matematikamu.

Semoga nanti,
setiap malam kamu kembali berangkat untuk tidur,
menutup mata adalah yang pertama.
Salah! Baring adalah hal yang kau lakukan pertama.
Lalu kemudian, kamu tak perlu resah apa-apa.
Karena telah merasa utuh.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan