17.11.14

Tulus- 1000 Tahun Lamanya, Jadi OST Film Interstellar



Apakah Anda sudah menonton film Interstellar?

Kalau sudah, saya bisa menjamin, Anda adalah salah satu penonton yang terpukau dengan visual effect luar angkasa yang diciptakan oleh Christoper Nolan dan tim. Iya kaaan?
Kalau belum ditonton, Anda mungkin sebaiknya berhenti membacai ini karena saya akan memberikan spoiler yang membuat efek kejut dari film hilang saat Anda tonton.





Okay, kamu tidak berhenti di sini. Terserah deh.

Inti dari film ini adalah manusia berhasil membengkokkan ruang dan waktu. 
Tetapi, tahukah Anda kalau dalam beberapa bagian film, ada bagian  yang membuat saya bertanya-tanya dengan keabsahan teori-teori fisika yang digunakan di sepanjang 169 menit durasi film ini. Tetapi tenang, Anda tidak perlu menguasai teori relativitas untuk mengerti alur film ini. Dan tidak perlu merasa bosan ditengah film sehingga harus pura-pura keluar untuk pipis, terkecuali kamu memang kebanyakan minum coke dan harus pipis.

Saya sampai harus menonton film ini dua kali, dan saya masih tidak paham, kenapa lubang cacing itu harus berada di dekat planet Saturnus? Apakah ini sebuah anomali dalam sistem galaksi kita? Dan meski saya anak sosial, saya juga tahu kalau lazimnya sebuah planet itu mengorbit bintang untuk mendapatkan sumber panas, bukan mengorbit blackhole, wormhole, atau hole...hole..hole yang lain. Kenapa mereka menganggap planet yang pantas ditinggali adalah yang mengorbit di sekitar blackhole? Tetapi walaupun begitu, film ini patut diapresiasi dan meninggalkanmu dengan rasa penasaran untuk tahu lebih tentang sistem tata surya kita, misalnya 'bagaimana sih rasanya hidup di dunia dengan 5 dimensi, dimana waktu menjadi sebuah dimensi fisik?'

Film ini juga membuat saya meneteskan air mata karena haru. Ternyata ada yang lebih menyiksa dari sekedar Long Distance Relationship, yaitu Time Dilation Relationship. Dimana kamu harus berhubungan dengan seseorang yang kau cintai sedangkan disaat bersamaan waktu mengalami pelebaran yang tidak masuk akal. Bayangkan, satu jam di planet antah-berantah sama dengan 7 tahun di Bumi. Apakah kau bisa membayangkan betapa itu tidak masuk akal? Dalam satu jam, kau telah melewatkan 7 kali ulang tahun orang yang kau sayangi. Kalau setiap menit kau mengirim satu sms dari Planet antah berantah ke Bumi, itu berarti orang yang kau sayang di Bumi menerima sms mu setiap 42 hari sekali. Dan saya merasa kasus Bang Toyib yang tiga kali puasa belum pulang-pulang tidak menjadi terlalu tragis lagi.

Entah kenapa setelah film selesai, saya merasa lagu Jikustik yang dinyanyikan ulang oleh Tulus berjudul 1000 tahun lamanya, harus menjadi soundtrack yang menutup serangkaian film Interstellar. Gak percaya? Coba dengarkan dan pahami liriknya. Pasti Anda mengerti maksud saya. Berikut, sebuah lagu kesetiaan untuk pasangan yang sedang dilanda Time Dilation Relationship, dimana waktu mengalami pelebaran yang tidak masuk akal. 


Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkan terjadi wajar apa adanya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan