12.11.14

Apakah Cukup Dengan Percaya?


Bolehkah saya bertanya wahai nelayan?
kau yang selalu percaya ungkapan 'masih banyak ikan di lautan'
Apakah untuk itu kau berlayar menjauh dari bibir pantai,
dengan harapan pulang bersama keranjang-keranjang ikan yang bisa ditukar rupiah?

Bolehkah saya menduga wahai nelayan?
Kau juga pernah tidak percaya kalau 'masih banyak ikan di lautan'
Tapi kau tetap saja berlayar menjauhi bibir pantai,
kau tidak berharap apa-apa, ini hanya menjalankan rutinitasmu
Sehingga orang bisa memafkanmu pulang bersama keranjang kosong, hanya karena melihatmu telah berusaha.

Tetapi, sepenglihatanku kau tidak pernah pulang dengan keranjang kosong.
Atau kau tidak akan bergegas pulang selama keranjangmu masih kosong?

Kapan-kapan,
sehabis kau pulang melaut, bolehkah saya duduk di berandamu wahai nelayan?
Kita berbagi asap tembakau, ampas kopi hitam, dan bergurau sambil menatap ujung laut yang melengkung. 

Adakah di titik sana, 'ikan banyak di lautan' yang kau maksud?
Tidak ada titik di garis horizon
Tapi bolehkah saya membuat titik imajiner?
Boleh, titik itu di sana, asal kau percaya!
Jadi, saya hanya perlu percaya?
Sekarang, kau pulang. Ini kutitipkan percaya padamu, biar kau tak selalu cemas dan bertanya-tanya.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan