12.11.14

Kebohongan Publik Level Photoshop

Saya baru saja melakukan kebohongan publik!

Kalian yang cowok-cowok pasti tahu Chelsea Islan. Tahu kan? Lalu, kami yang ga tahu bukan cowok? Kalian tetap cowok, tetapi mungkin saja kalian kurang peka.

Sejak IYC 2014 secara official mengumumkan Chelsea Islan adalah salah satu ambassador mereka, saya jadi suka susah tidur. Wah gimana dong yah nanti kalau Chelsea beneran datang, beneran ketemu, beneran ngobrol, saya harus ngobrolin apa yah yang asyik, kalimat pembuka obrolan saya gimana yah yang memukau, lalu kalimat penutup obrolan seperti apa yah yang bikin Chelsea tercengang dan mengingatku?

Percayalah, pertanyaan-pertanyaan di atas telah saya jawab dengan persiapan yang matang. Matang sekali! Saya menyiapkannya dalam bentuk skenario A, B, C, D yang disesuaikan kondisinya.

Hari Festival pun tiba!

Yang saya lupa pastikan ke panitia adalah, kapan Chelsea Islan datang. I assumed that she will be one of speaker in surprise session. And the lesson learned is never assuming!

Ternyata, Chelsea Islan datang ditengah-tengah saya sedang ada dalam sebuah sesi. Sebuah sesi yang membahas Media dan Jurnalisme bersama Desi Anwar, Sapto Anggoro, dan Ulin Yusron. Sesinya cukup menarik sehingga saya lupa untuk scroll-scroll timeline twitter.


Setelah keluar ruang sesi, semua pada ribut. Kira-kira percakapannya seperti ini?
(T= Teman, S= Saya)

T: Eh tadi ada Chelsea Islan!
S: Hah, sekarang dimana?
T: Tadi di Upper Room, sekarang udah balik.
S: Bohong.
T: Ih serius.
S: Hahah Bohong (masih pura-pura tidak mengerti topik pembicaraan).
T: Yeh, nih gue tadi sempet foto-foto (liatin hape)
S: Booonggggg, ah tidaaak! (seraya berlari ke ruang yang dimaksudkan)

Benar. Chelsea sudah tidak ada di sana. Dia sudah pergi. Dia meninggalkanku dengan segala persiapan skenario yang telah kubuat. Dia.....

Disaat seperti itu, sepertinya yang saya butuhkan cuma satu. Yakni, seseorang yang membawakan segelas air putih dan mengusap-usap pundak, lalu mengingatkan kalau Tuhan pasti mengatur pertemuan yang indah di masa depan.

Nyaris, hampir, sedikit lagi, dan kata-kata sejenis yang menyubtitusi adalah kata yang saya benci. Semuanya berarti suatu kejadian yang tidak sempat terjadi. Dan itulah kondisi antara saya dan Chelsea. Kami belum sempat bertemu.

Saya tidak mau pulang dengan menceritakan pengalaman yang 'nyaris, hampir, sedikit lagi' itu. Kemudian saya punya ide lah untuk melakukan pembohongan publik. Dari Oci (salah satu panitia IYC) saya meminta foto Chelsea Islan lalu menggabungkannya dengan foto saya sendiri, dan saya  pun membuat sebuah realita melalui photoshop. Because seeing is believing.

Chelsea Islan

without Chelsea Islan

Me and Chelsea Islan 

Nah, sudah begitu saja. Saat menceritakan pengalaman ini, saya pun tidak perlu menggunakan kata nyaris, hampir, sedikit lagi, dan kata-kata sejenis yang menyubtitusi, karena gambar ini berbicara! *meski bohong. Yah, semoga memang Tuhan mengatur pertemuan kami secara lebih tidak terduga di waktu yang tepat. See you Chels!

1 comment:

  1. Kakak ngga bilang sih :p
    Aku sih tahu pas dia ke upper room haha

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan