1.1.15

2015


Ada apa dengan kembang api di luar sana?
Ada apa dengan raungan terompet di luar sana?
Apa artinya mereka semua bagi pergantian tahun?

Saya hampir tidak merayakan selebrasi apa pun.
Saya tidak merayakan perayaaan ulang tahun, hari valentine, hari ibu, hari ayah, hari kartini, hari sumpah pemuda, dan hari apapun itu yang membuat saya hanya ingin tertawa.
Mengenai perayaan-perayaan tersebut, ada perayaan yang secara pribadi saya merasa sebagai sebuah bentuk kebodohan. Hari dimana kita 'terpaksa' ikut merayakan karena mayoritas orang merayakan. Dan hari-hari itu menjadi hilang makna, kita tidak tahu tentang apa yang sebenarnya kita rayakan.
Bagi saya, sederhana saja, hari ada Senin sampai Minggu, bulan ada Januari hingga Desember, atau kalau pakai aturan kalender Hijriyah, bulan sesederhana Muharram sampai Dzulhijjah.

Kembali lagi ke perayaan tahun baru.
Saya hanya bingung kenapa 31 Desember menjelang 1 Januari begitu penting bagi sebagian orang (orang yang isi kepalanya penuh dengan bumbu indomi)?
Seolah-olah di hari itu kau harus punya resolusi dan target serta harapan-harapan agar hidupmu lebih baik?
Kenapa harus menunggu tahun baru untuk menulis resolusi-resolusi itu? Apakah hanya di tahun baru saja kau bisa menuliskan target dan harapan-harapanmu? Apakah kita memang benar-benar butuh momentum untuk berharap? lalu ketika nanti, saat tiba di bulan Juni kau merasa hidupmu berantakan, apakah kau akan menunggu sampai akhir tahun untuk kembali mengatur hidup? 

Pertanyaan demi pertanyaan terus menyerangku di malam 31 Desember 2014. Apa artinya tahun baru kalau begitu?

Malam pergantian tahun yang meriah. Dari atap kosan, saya bisa melihat bagaimana kembang api meledak-ledak, bersolek menyerupa bintang, mengepung dan memekakkan telinga. Lalu setelahnya, langit penuh kabut asap, dan hidung penuh dengan bau mesiu.

Mungkin inilah arti tahun baru yang tidak aku dapatkan, tapi mulai aku mengerti.

Tahun baru,
sangat berarti bagi pedagang terompet, pedagang kembang api, pengelola tempat hiburan malam, industri televisi, dan berarti banyak bagi pihak-pihak yang belum aku mengerti.

Sebatas itu.

5 comments:

  1. Sebenarnya setiap haripun akan ada hal yg baru. Tak menunggu tahun baru, buku harianpun cukup sebagai pengingat hidup. Entah apa, tahun baru ini sama sekali tak istimewa karena sama seperti hari sebelumnya. Hanya raungan terompet dan bunyi kembang api yang memekakkan telinga hingga membuat mata sulut terpejam malam ini.

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya setiap haripun akan ada hal yg baru. Tak menunggu tahun baru, buku harianpun cukup sebagai pengingat hidup. Entah apa, tahun baru ini sama sekali tak istimewa karena sama seperti hari sebelumnya. Hanya raungan terompet dan bunyi kembang api yang memekakkan telinga hingga membuat mata sulut terpejam malam ini.

    ReplyDelete
  3. Mungkin kau sedikit lupa, tentang mata anak-anak yang cerah ketika kembang api diatas sana mulai merekah. Darisana kita dapat belajar, bahwa bahagia sesederhana itu.

    Walaupun aku setuju denganmu.

    ReplyDelete
  4. Maknanya cuma untuk senang senang, padahal bumi semakin tua, kitapun akan semakin tua. Tapi entahlah, apa maksud nya dirayakan sedemikian rupa

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan