3.2.15

Kenapa Sih, Kalau Nonton Sendiri?

"Ada yang merasa harus ditemani, saat mereka memang secara harfiah butuh sendiri. Ketika gambar mulai bergerak di layar lebar oleh ribuan lampu lumens, suara memenuhi telinga, saat itu ruangan menjadi gelap, caramel popcorn atau segelas coke harusnya sudah cukup untuk menemani kesendirian, meskipun kenyataan sedang bersama puluhan penonton yang lain."

Menonton ke bioskop, bagi saya adalah sebuah aktivitas soliter. Sebuah film, bagus atau tidak bukan karena kau ditemani oleh siapa, tetapi karena film itu bercerita tentang apa dan terefleksi bagaimana terhadap kesadaranmu. Bukan berarti, saya tidak suka ke bioskop bersama keluarga atau teman-teman. Saya hanya sangat menikmati apabila saya ke bioskop sendirian. Because, the minute when the film starts, it is the minute when I can let myself fully absorbed.

Lalu, saya selalu mau tahu apa yang ada dibalik ekspresi teman-teman saya, ketika kami berjumpa tidak sengaja di bioskop. Biasanya mereka menanyakan saya nonton bersama siapa. Ada semacam gurat halus di jidat mereka, saat saya bilang kalau saya menonton sendiri.

"Sendiri banget?! Kenapa ga ajak-ajak yang lain deh, Ju?"

Jawaban seperti ini, saya biasanya balas dengan senyuman. Setelah itu, saya lalu suka kepikiran, memangnya ada masalah ya kalau nonton sendiri? Mungkin, bagi beberapa orang menonton sendiri ke bioskop akan terlihat sangat menyedihkan. Akan sangat terasa kikuk karena banyak muda-mudi berpasangan. Solusinya, mungkin dengan menghindari nonton di akhir pekan saat semua orang-orang urban keluar mencari hiburan. Saya juga jarang sih nonton pas weekend, tiketnya mahal.

Tapi bioskop menurut saya memang tempat yang didesain untuk orang menikmati kesendirian. Kesendirian ini seharusnya membuat kita bebas bisa menentukan film apa yang akan ditonton, jam berapa, duduknya dimana yang bisa terhindar dari distraksi. Dan kalau mesan caramel popcorn , tidak usah khawatir cepat habis oleeh orang lain.

Alasan-alasan inilah yang membuat saya suka sekali menonton sendiri di bioskop. Bagi saya tidak menyedihkan, kalau semua kontrol ada di tanganmu kan? Dan perlu meluruskan stigma, kalau bioskop adalah tempat untuk mengapresiasi film, bukan (hanya) tempat pacaran. Jadi, kau tidak akan merasa aneh sendiri, kalau ke bioskop tanpa membawa pacar.

1 comment:

  1. I find myself enjoy reading on your writings.
    Saya juga sering dianggap aneh kalo pergi melancong sendirian. Bahkan saya pernah dibuatkan teori oleh supirnya "kalo pergi sendiri biasanya ada 2 hal 1. Patah hati, 2. Ngga punya teman" bahahhaha. Padahal ngga gitu-gitu amat.

    Nice to stop by on your blog :)

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan