12.3.15

Lihat dengan begini,

Kamu bertanya, apakah dunia ini terlalu tua untuk kita pahami dalam satu kali masa hidup?
Hidupmu dan hidupku. Meski kita melahirkan kebijaksanaan, hanya beberapa yang layak untuk kita percaya, beberapa sisanya memang hanya untuk membuat kita tertawa.

Adakah kemuliaan dalam kepala, dada, dan perut kita?
Ataukah kita memang senang menggadaikan tidur nyenyak demi bisa makan enak.

Kamu ingin, tua nanti kalau bisa kita mati kaya raya, termasuk itu dengan karya

Kamu setuju, apa yang dikatakan ibuku.
Bahwasanya, dua bejana kosong tidak memberi manfaat apabila disandingkan menjadi satu.
Kalau ada air di dalam bejana, ia bisa saja menjadi tempat tumbuhnya bunga.
Kalau hanya udara, mungkin jadi sarang laba-laba.

Kamu tertawa, saat ku bilang kalau lapangan luas dihadapan kita, mengundangku untuk berlari. Tetapi, belum juga kutemukan bagaimana berlari tanpa terjatuh.

"Bisa kau membantuku?"

Kamu menggeleng, lalu merengek meminta ingin berlari bersamaku.
Tetapi, aku takut belum bisa menemukan titik seimbang menahan bebanmu, lalu nanti kita sama-sama terjatuh.

Kamu menangis, sampai tergugu.
Sedangkan aku hanya ingat pesan ibu.
Bahwasanya, dua bejana kosong tidak memberi manfaat apabila disandingkan menjadi satu.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan