11.9.16

Setelah menelepon ibu


Aku ingin kembali mengulang,
pelukan hangat di depan pintu
pada subuh yang masih remang

doa-doa yang mengiringku pergi
tidak pernah memintaku untuk pulang
hanya agar aku terhindar dari nasib malang

harapan yang kau selipkan pada saku
telah menyimpan rahasia di ujung lidahku
yang tak sengaja kutelan dan menyekat kerongkongan

Setiap kita bertukar kabar,
perkataanku berubah menjadi puisi
yang menghibur uban di kepalamu
sedang kau baru saja menjentik kolam kesunyian dalam dadaku

Selalu seperti itu

5 comments:

  1. Kerja yang baik,
    Ada Ibu dirumah yang (selalu) menanti kabar baik

    :)

    ReplyDelete
  2. karena kemana pun kita berhijrah, tujuan terindah adalah rumah

    ReplyDelete
  3. Hello, Tjuandha.

    What a touching poem.
    May God bless! :)

    ReplyDelete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan