21.11.16

Mereka Hanya Kehilangan Penglihatan, Bukan Harapan.

Foto bersama - Penyandang Tuna Netra dan Relawan Pembisik

Sabtu (19/11/2016) saya menyempatkan diri menjadi relawan pada sebuah acara Bioskop Bisik yang diselenggarakan oleh Thinkweb dan British Council di Kota Tua, Jakarta. Bioskop Bisik pada dasarnya adalah sebuah kegiatan menonton film bersama penyandang tuna netra dan para relawan sebagai pembisik yang mendampingi bertanggung jawab untuk membisiki penyandang tuna netra tentang alur dan keadaan visual film, sehingga penyandang tuna netra mampu menjahit setiap scene film menjadi sebuah cerita yang utuh,


Sebelum acara dimulai, kami diberi kesempatan untuk mengobrol sambil mengakrabkan diri dengan penyandang tuna netra. Saya berkenalan dengan Mas Adi, berusia 39 tahun, belum berkeluarga dan menyandang tuna netra sejak usia 7 bulan. Mas Adi sangat terbuka menceritakan keadaanya. Obrolan dimulai dengan bertanya: Bagaimana Mas Adi menjalani aktivitas sehari-hari?

Saya mengambil kesempatan ini untuk menyelami kehidupan Mas Adi, dan melihat kehidupan saya, sambil berpikir apa yang berbeda. Kalau Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, Kok Tuhan tega sih membuat saya buta? kira-kira seperti itu gugatan Mas Adi kepada Tuhan saat usianya belasan. Kemudian dalam proses hidup, Mas Adi menemukan kesadaran baru, bahwa semua ciptaan Tuhan adalah sempurna dan memiliki tujuan. Mas Adi pun memilih untuk merayakan kesadaran itu dan berhenti menggugat.

Dalam obrolan tersebut, saya bercermin dengan kehidupan sendiri. Saya menyadari banyak hal, termasuk keabaian saya dalam bersyukur. Mungkin, cara bersyukur yang paling baik adalah dengan menjaga anugerah Tuhan yang dititipkan kepada kita. I know it sounds cheesy and cliche, but it is the only thing I can convey regard this situation.

Saya melihat, mereka yang buta tidak nampak terlalu terpuruk seperti yang ada dalam bayangan saya. Mereka terlihat bahagia-bahagia saja. Mas Adi juga bilang, penyandang tuna netra tidak melulu sedih dan mengutuk keadaan. Mereka mungkin sama saja seperti kita, sering juga merayakan kebahagian dan terkadang sedih sampai meraung-raung. Mereka bisa saja hanya kehilangan penglihatan, tetapi tidak kehilangan harapan hidup.

Ini adalah kali pertama saya mengikuti kegiatan semacam ini. Saya merasa sebagai relawan pemula mempunyai banyak kendala dalam mengaudiokan elemen-elemen visual dalam film yang diputar. Tetapi tidak masalah, my story telling skill got better when film reach its half. Saya juga mau menyarankan kepada kamu, aktivitas volunteering seperti ini mungkin bisa jadi alternatif menarik saat weekend kamu hanya diisi kegiatan goler-goleran di kasur.

Suasana Menonton Bioskop Bisik

2 comments:

  1. bagaimana saya bisa dapat informasi ttg kegiatan volunteer spti ini kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Hammam, saya suka browsing di https://www.eventbrite.com/ untuk cari-cari event gratisan atau kesempatan volunteering yang bagus :)

      Delete

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan