2.4.17

A

Seperti kuduga, menua bukanlah proses alamiah yang menyenangkan. Ambisiku, tekanan sosial, dan ekspektasi dari orang-orang sekelilingku adalah racun yang kucecap dan pelan-pelan membuat hidupku seperti tak punya gravitasi. Aku ada, tapi tidak sepenuhnya menjejak ke bumi. Ragaku adalah jasad yang ditumpangi oleh kegelisahan-kegelisahan. Mereka yang tak seharusnya ada. Dan sering menarik diriku pada kecemburuan masa lalu, penyesalan, dan andai-andai yang tidak mengerti cara menjadi.

Aku mulai sering berbicara pada diriku sendiri, hanya untuk memastikan ia tetap di sana. Masa lalu sering membuatnya lupa, kalau ada hari ini yang berarti. Masa depan selalu membuatnya risau, selalu saja ia menganggap hari ini adalah kesalahan yang ingin segera ia sudahi.

Aku baru saja mendapatkan telepon dari ibu. Dia bilang suaraku lesu dan tidak bersemangat.
Aku bilang, seperti biasanya hari ini tidak ada cerita yang bisa kubagi padamu bu. Hanya ada, amarah dan kebingunganku yang tidak ingin kubagi. Mereka tidak akan pernah bisa kau pahami. Mereka adalah hewan liar, bagian diriku yang tidak pernah kau inginkan untuk pulang ke rumahmu.

Telepon kami sudahi.

Aku kembali melihat kalender, mengamati tanggal-tanggal baik untuk bunuh diri.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan