1.6.17

Titik Pertemuan


Kudengar suara menderu di dalam hatiku,
seketika wajah tak akan pernah cukup tampan lagi untuk kutatap di depan cermin.

Kurasakan nyeri menjalar di kaki sampai ulu hati,
oh kamu yang kudamba dan tidak pernah ada keberanian untukku hari ini.

Selalu ada keraguan,
Selalu ada kenangan.

Aku takut, sebenarnya aku tidak sedang jatuh cinta.
Padamu hanya, aku sedang mereinkarnasi kenangan dirinya.
Dia yang kutemukan pada caramu menyapa.
Matanya yang kulihat saat kita bersua.
Padamu, kumenemukan potongan dirinya.

Tetapi tetap saja,
perasaan ini indah.
Semoga memang karenamu,
bukan karena kenangan yang digdaya.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan