2.10.17

F



Sekarang tinggalah kisah kita yang mati dan lupa diberi nama.

Aku berubah menjadi layang-layang, dan aku lupa mengingat kau menjadi apa.
Kesendirian ini menenangkan,
adalah damai yang kusudahi.
Usai kasih kita, aku ingin terbang lebih tinggi dan mencipta ruang angkasa dalam hati, kehampaan yang tak berbatas sekaligus ketenangan yang ingin segera kutemui.

Hujan turun dari langit lalu menggenang di bawah kelopak mata.
Aku layang-layang dengan benang yang tak cukup panjang untuk kau ulur sampai jauh.
Sampai hilang keruh dari keluh.
Sampai nanti jatuhku, tidak akan pernah bisa dikejar dengan kaki kaki atau dengan kepala mendongak.

Dimanakah tempat dan jalan yang mengenang kita, dan lupa kita beri tanda?

Fak.
Fak.

Bukanlah sebuah nama tempat.

No comments:

Post a Comment

Kamu tidak usah ragu, kalau ada yang ingin disampaikan